Memuat...

PBB: Serangan "Israel" di Gaza Terjadi Setiap 8 atau 9 Menit

Hanin Mazaya
Sabtu, 27 September 2025 / 6 Rabiulakhir 1447 13:58
PBB: Serangan "Israel" di Gaza Terjadi Setiap 8 atau 9 Menit
(Foto: Anadolu)

GAZA (Arrahmah.id) - PBB pada Jumat (26/9/2025) memperingatkan konsekuensi yang menghancurkan bagi warga sipil di Jalur Gaza saat pasukan "Israel" mengintensifkan serangan udara mereka di daerah kantong yang terkepung tersebut dengan frekuensi yang mengkhawatirkan, Anadolu melaporkan.

Mengutip Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan dalam konferensi pers bahwa "Pasukan 'Israel' telah meningkatkan operasi mereka selama 24 jam terakhir, dengan konsekuensi yang menghancurkan bagi warga sipil. Rata-rata, ini berarti satu serangan udara setiap delapan atau sembilan menit."

Ia mengatakan tim PBB yang memantau pergerakan penduduk "menghitung sekitar 16.500 orang terlantar dari Gaza Utara ke selatan" pada Kamis saja.

Dujarric mencatat bahwa petugas bantuan tetap ditempatkan di sepanjang rute pengungsian untuk memberikan dukungan tetapi memperingatkan akan meningkatnya tantangan.

"Para petugas bantuan tetap ditempatkan di sepanjang rute pengungsian, menawarkan pertolongan pertama psikososial, merujuk orang ke layanan khusus bila diperlukan, dan mengedukasi para pendatang baru tentang bahaya persenjataan peledak," ujarnya.

Meskipun ada upaya-upaya ini, ratusan ribu orang masih berada di Kota Gaza di tengah ketidakamanan yang meluas. Mereka sangat bergantung pada bantuan kemanusiaan karena layanan-layanan yang lebih penting terpaksa ditutup atau direlokasi, ujarnya.

Mengenai pembatasan akses "Israel" yang terus berlanjut, ia melaporkan bahwa pada Kamis, "dari 15 pergerakan yang kami coba koordinasikan dengan otoritas 'Israel' untuk mendukung masyarakat di berbagai wilayah Gaza, hanya tujuh yang difasilitasi sepenuhnya."

Dujarric menekankan bahwa OCHA telah mendesak "Israel" untuk "memfasilitasi sepenuhnya operasi-operasi kemanusiaan, termasuk pergerakan bantuan tanpa hambatan ke dan melintasi Jalur Gaza."

Beralih ke situasi di Tepi Barat yang diduduki, ia mengatakan lebih dari 3.000 warga Palestina, setengahnya anak-anak, telah mengungsi akibat serangan pemukim ilegal "Israel" dan pembatasan akses "Israel" sejak Oktober 2023. (haninmazaya/arrahmah.id)