Memuat...

PBB tentang Gaza Utara: Warga Palestina Kelaparan Sementara Dunia Menyaksikan

Zarah Amala
Jumat, 8 November 2024 / 7 Jumadilawal 1446 08:46
PBB tentang Gaza Utara: Warga Palestina Kelaparan Sementara Dunia Menyaksikan
Foto: UNRWA

GAZA (Arrahmah.id) - Wakil Sekretaris Jenderal Urusan Kemanusiaan, Joyce Msuya, mengatakan pada Rabu (6/11/2024) bahwa serangan militer ‘Israel’ di Gaza utara telah menjadikan “warga Palestina hidup tanpa kebutuhan pokok memadai”, dan “warga sipil kelaparan sementara dunia hanya melihatnya.”

Pejabat PBB tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “kondisi kehidupan di Gaza Utara sangat mengerikan.”

“Operasi darat militer ‘Israel’ telah membuat warga Palestina tidak memiliki cukup hal penting untuk bertahan hidup, memaksa mereka melarikan diri demi keselamatan berkali-kali, dan memutus rute pelarian dan pasokan mereka,” kata Msuya.

Kekurangan Persediaan

Dalam jumpa pers pada Rabu (6/11), Juru Bicara Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Stephane Dujarric, menggambarkan situasi kemanusiaan yang mengerikan di Gaza bagian tengah dan selatan, dengan mencatat bahwa "lebih dari 100 dapur yang memproduksi 400.000 makanan sehari berisiko tutup karena kekurangan pasokan."

"Kedelapan toko roti yang didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa di Deir al Balah dan Khan Yunis beroperasi hanya dengan kapasitas 70 persen hingga Ahad. Mereka berisiko tutup kecuali tepung tambahan segera diterima," katanya kepada wartawan.

Berdasarkan informasi yang diterima Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), juru bicara PBB mengonfirmasi bahwa putaran kedua kampanye vaksinasi polio di Gaza telah selesai pada Selasa (5/11).

“Secara keseluruhan, 556.774 anak di bawah usia sepuluh tahun kini telah divaksinasi dengan dosis kedua vaksin polio,” kata Dujarric.

Pejabat PBB tersebut mengatakan bahwa semua pihak yang terlibat dalam kampanye vaksinasi – terutama WHO, Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA) dan Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) – mengakui bahwa “ini adalah pencapaian yang luar biasa” mengingat “kondisi yang sangat sulit yang dihadapi dalam kampanye tersebut.”

“Kampanye tersebut, menurut informasi yang kami terima, telah mencapai cakupan 103 persen di Gaza bagian tengah, yang berarti mereka telah menjangkau lebih banyak anak dari yang mereka harapkan, dan cakupan 91 persen di Gaza bagian selatan,” kata Dujarric.

Namun, ia mencatat bahwa kampanye tersebut terancam di wilayah utara Jalur Gaza karena “kurangnya akses” dengan cakupan sekitar “88 persen.”

(zarahamala/arrahmah.id)