Memuat...

Pejabat PBB dan LSM Besar Gelar Pertemuan Rahasia dengan GHF, Sepakat Kerja 'Secara Paralel'

Zarah Amala
Senin, 11 Agustus 2025 / 18 Safar 1447 10:00
Pejabat PBB dan LSM Besar Gelar Pertemuan Rahasia dengan GHF, Sepakat Kerja 'Secara Paralel'
Email Rahasia tunjukkan PBB dan LSM internasional berkoordinasi dengan GHF dalam operasi 'paralel' (QNN)

NEW YORK (Arrahmah.id) - Sebuah email bocor mengungkap bahwa pejabat tinggi bantuan internasional, termasuk dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bertemu dengan pimpinan Gaza Humanitarian Foundation (GHF) yang didukung AS dan 'Israel' untuk membahas kerja sama dan “meredam retorika publik” terkait kritik terhadap lembaga tersebut.

Dokumen yang diperoleh The New Humanitarian berisi ringkasan rapat tertanggal 7 Agustus yang dikirim ke Inter-Agency Standing Committee (IASC), forum koordinasi tertinggi badan kemanusiaan internasional yang terdiri dari lembaga-lembaga PBB dan LSM besar. Email itu ditandatangani oleh Joyce Msuya, pejabat tertinggi kedua di Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA).

Pertemuan diadakan oleh Duta Besar AS untuk PBB Dorothy Shea pada 6 Agustus di misi AS untuk PBB di New York. Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Eksekutif GHF Johnnie Moore, sejumlah diplomat AS, serta pejabat dari WFP, UNICEF, IOM, OCHA, Komite Palang Merah Internasional (ICRC), dan InterAction. Ponsel tidak diizinkan masuk, dan pertemuan berlangsung dengan aturan Chatham House yang melarang penyebutan nama peserta terkait isi diskusi.

Para peserta sepakat untuk menjalin “kolaborasi lebih luas” dan terus melanjutkan pembicaraan, termasuk langkah untuk “menurunkan retorika publik”, yang diduga mengacu pada pengurangan kritik terhadap GHF.

Langkah ini menandai perubahan sikap signifikan, karena sebelumnya banyak organisasi kemanusiaan menolak terlibat dengan GHF. Mereka menilai skema GHF melanggar prinsip kemanusiaan, membatasi bantuan hanya untuk wilayah Gaza tengah dan selatan, memaksa warga berjalan jauh untuk menerima bantuan, serta memperburuk perpindahan paksa.

Selain itu, lokasi distribusi GHF kerap menjadi sasaran serangan mematikan oleh pasukan 'Israel' dan tentara bayaran AS. Saksi mata, termasuk warga Gaza dan mantan kontraktor GHF, menuduh bahwa warga sipil yang mengantre bantuan kerap menjadi target tembakan langsung, meski tidak menimbulkan ancaman.

PBB dan warga Gaza menyebut titik-titik distribusi ini sebagai “perangkap maut massal” dan “rumah jagal”.

Beberapa hari sebelum pertemuan, pakar PBB menyerukan pembubaran GHF, menyebutnya sebagai “contoh mengkhawatirkan” eksploitasi bantuan kemanusiaan untuk agenda militer dan geopolitik.

Tom Fletcher, Kepala OCHA, sebelumnya menilai GHF sebagai “pengalihan sinis” dan “kedok untuk kekerasan serta perpindahan lebih lanjut”. Msuya, yang hadir dalam pertemuan tersebut, adalah wakil Fletcher.

GHF dibentuk untuk menggantikan infrastruktur distribusi bantuan resmi PBB di Gaza, namun hingga kini mendapat kritik luas karena dianggap menambah penderitaan warga di tengah blokade total 'Israel' yang telah berlangsung lebih dari 80 hari. (zarahamala/arrahmah.id)