ISLAMABAD (Arrahmah.com) - Kelompok bantuan memperingatkan bahwa korban beresiko terkena penyakit yang berpotensi fatal (seperti diare, penyakit kulit, bahkan demam berdarah), karena pemerintah Pakistan cenderung lambat memberikan penanganan, Al Jazeera pada Kamis (15/9/2011).
Banjir besar telah menyebabkan ratusan ribu warga Pakistan menjadi tunawisma dan situasi semakin memburuk dari hari ke hari, badan-badan bantuan melaporkan.
Sementara pemerintah telah dikritik karena respon mereka yang sangat lambat terhadap krisis ini meski militer mengklaim telah menyelamatkan ribuan orang di provinsi Sindh pada hari Rabu (14/9).
"Di distrik Badin, kami telah menyelamatkan lebih dari 3.000 orang yang mengungsi dari daerah Laj Shadi, dan lebih dari 10.000 orang dari daerah Pingrio," Mayor Waheed Bukhari, dari operasi tentara penyelamat di Badin, mengatakan.
Tentara menggunakan perahu karet untuk menyelamatkan warga yang terjebak banjir di desa-desa terpencil.
Menurut pernyataan militer, di luar Badin dan Mirpur Kas, 60 ton ransum telah dijatuhkan oleh helikopter di 30 desa yang terperangkap di kabupaten Sanghar pada hari Rabu (14/9).
Banjir telah menghancurkan 1,2 juta rumah dan 4,5 juta hektar lahan pertanian sejak akhir bulan lalu, para pejabat dan kelompok-kelompok bantuan mengatakan. Banjir telah merendam sejumlah wilayah di Pakistan, sehingga yang tampak hanya atap rumah atau pucuk pohon.
"Kami telah kehilangan segalanya," kata seorang perempuan di Shah Jamal, provinsi Sindh pada Al Jazeera.
"Rumah kami, barang-barang berharga yang kami miliki, tanah kami, semuanya terendam air, dan pemerintah belum memberi kami apa-apa. Tidak ada yang datang ke sini untuk membantu kami."
Protes Hyderabad
Keputusasaan masyarakat terhadap pemerintah terus meninggi. Delapan puluh orang memblokir jalan utama menuju Hyderabad, kota terbesar dekat daerah banjir, pada hari Rabu (14/9), menuntut bantuan dari pemerintah.
Murad Khan, seorang mantan juru bicara tentara Pakistan, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pemerintah telah "gagal" menangani efek dari banjir yang terjadi baru-baru ini.
Namun, ia mengatakan ia tidak menyalahkan pemerintah untuk respon yang lambat.
"Pemerintah sangat lemah," katanya. "Mereka berjuang mati-matian memerangi apa yang mereka sebut militan, namun mereka sama sekali tidak becus untuk mengurusi krisi ekonomi yang semakin hari semakin buruk," tuturnya. (althaf/arrahmah.com)
Pemerintah abai, kondisi pasca banjir di Pakistan memburuk
Althaf
Jumat, 16 September 2011 / 18 Syawal 1432 11:59
