GAZA (Arrahmah.id) - Radio Tentara 'Israel' mengumumkan terbunuhnya Yasser Abu Syabab, pemimpin geng bersenjata di timur Rafah, Gaza, oleh pihak yang masih belum teridentifikasi.
Menurut radio tersebut, dugaan awal di 'Israel' menunjukkan bahwa Abu Syabab kemungkinan dibunuh oleh orang-orang dari kelompoknya sendiri.
Sumber yang dikutip Radio Tentara 'Israel' menyebut kematian Abu Syabab sebagai “perkembangan buruk bagi Israel”.
Sementara itu, Channel 12 Israel mengutip seorang pejabat keamanan yang mengatakan bahwa Abu Syabab meninggal di Rumah Sakit Soroka akibat luka-luka yang dideritanya setelah perselisihan internal dalam keluarganya.
Harian Yedioth Ahronoth juga mengutip sumber keamanan yang menyatakan bahwa Abu Syabab tewas dalam sebuah perkelahian, dan dinyatakan meninggal saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Soroka. Media tersebut melaporkan bahwa ia terlibat bentrokan dengan anggota kelompoknya terkait dugaan kerja sama dengan 'Israel'.
Sumber yang sama menambahkan bahwa Abu Shabab dipukuli hingga tewas akibat perselisihan internal yang berkaitan dengan kolaborasi dengan 'Israel'.
Reporter Al Jazeera, Fatima Khamaiseh, menyampaikan bahwa detail mengenai kematian Abu Syabab masih awal dan saling bertentangan. Namun, media 'Israel' sepakat bahwa pemimpin apa yang disebut “Organisasi Pasukan Rakyat” itu telah dibunuh.
Menurut laporan yang beredar, pembunuhan tersebut dilakukan oleh para pejuang dari Hamas. Radio Tentara 'Israel' mengutip sumber militer yang mengatakan bahwa Hamas memiliki informasi intelijen tentang Abu Syabab, dan data itu dihimpun dari orang-orang yang dekat dengannya.
Reporter Al Jazeera juga menyebut bahwa Abu Syabab berada di kawasan Rafah, selatan Gaza, dan diketahui bekerja sama dengan tentara 'Israel'. 'Israel' disebut memiliki harapan besar padanya untuk membangun model pemerintahan lokal di Rafah yang terpisah dari otoritas yang berafiliasi dengan Hamas, meski rencana itu ditolak secara luas oleh masyarakat Palestina. Pasukan 'Israel' juga dilaporkan memberi perlindungan kepadanya.
Yasser Abu Syabab, warga Palestina kelahiran 1990 di Rafah, berasal dari kabilah Tarabin. Ia sebelumnya ditahan atas tuduhan kriminal sebelum 7 Oktober 2023, dan dibebaskan setelah 'Israel' membombardir markas aparat keamanan.
Namanya mencuat setelah Brigade Izzuddin Al-Qassam menargetkan pasukan penyamaran 'Israel' (mista'arvim) di timur Rafah pada 30 Mei 2025, dan ditemukan bahwa mereka dibantu oleh sekelompok kolaborator yang disebut perlawanan sebagai “Kelompok Yasser Abu Shabab”. (zarahamala/arrahmah.id)
