TEPI BARAT (Arrahmah.id) - Pemukim Yahudi ilegal 'Israel' menyerbu sebuah sekolah Palestina di timur laut Tubas, Tepi Barat bagian utara yang diduduki, pada Sabtu malam (1/11), merusak isinya dan menjarah properti di tengah meningkatnya serangan yang dilakukan pemukim dan tentara 'Israel' di seluruh wilayah tersebut.
Moataz Bisharat, pejabat Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa para pemukim menyerbu Sekolah Al-Tahadi di Khirbet Ibziq, menghancurkan isinya serta mencuri panel surya dan tangki air.
Menurut Direktur Pendidikan Tubas, Azmi Balawneh, para pemukim juga merobohkan pintu, mengacak-acak ruang kelas, dan membakar bendera Palestina. Ia menambahkan, mereka turut mencuri arsip siswa, sistem kelistrikan, lemari pendingin, dan tangki air. Balawneh menggambarkan serangan itu sebagai upaya terencana untuk menghapus keberadaan Palestina dan mengganggu pendidikan di wilayah tersebut.
Dalam insiden terpisah, para pemukim juga menyerang desa Susya di Masafer Yatta, selatan Hebron, berusaha menerobos rumah-rumah warga Palestina dan menebang pohon zaitun, sebelum akhirnya berhasil dipukul mundur oleh penduduk setempat.
Sementara itu, pasukan pendudukan 'Israel' meningkatkan penggerebekan di berbagai wilayah Tepi Barat, termasuk Kharbatha Bani Harith (barat Ramallah), Al-Mughayir (timur laut Ramallah), Beit Furik (timur Nablus), serta beberapa wilayah lain seperti Bethlehem dan Qalqilya, di mana mereka menggeledah dan merusak rumah-rumah warga.
Dalam operasi menjelang fajar pada Ahad (2/11), pasukan 'Israel' menangkap sedikitnya 15 warga Palestina. Empat orang ditangkap di Qalqilya, dan empat lainnya di Kafr Ra’i dekat Jenin setelah diinterogasi di lapangan.
Penangkapan tambahan terjadi di Rafidia dan kamp Askar Lama di Nablus, serta di Bethlehem dan Beit Ummar di utara Hebron.
Eskalasi ini merupakan bagian dari kampanye militer dan permukim 'Israel' yang lebih luas di seluruh Tepi Barat, yang terjadi bersamaan dengan genosida dua tahun di Gaza. Menurut data resmi Palestina, agresi 'Israel' itu telah menewaskan lebih dari 1.063 warga Palestina, melukai hampir 10.000 orang, dan menahan lebih dari 20.000 lainnya, termasuk 1.600 anak-anak. (zarahamala/arrahmah.id)
