Memuat...

Penyerahan Jenazah ke-22, Palang Merah Terima Jenazah Tawanan 'Israel' dari Faksi Perlawanan di Khan Yunis

Zarah Amala
Sabtu, 8 November 2025 / 18 Jumadilawal 1447 10:45
Penyerahan Jenazah ke-22, Palang Merah Terima Jenazah Tawanan 'Israel' dari Faksi Perlawanan di Khan Yunis
Penyerahan Jenazah ke-22, Palang Merah Terima Jenazah Tawanan 'Israel' dari Faksi Perlawanan di Khan Yunis

GAZA (Arrahmah.id) - Koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa Brigade Al-Qassam dan Saraya Al-Quds telah menyerahkan jenazah seorang tawanan 'Israel' kepada Komite Internasional Palang Merah (ICRC) di Khan Yunis, selatan Jalur Gaza.

Sementara itu, juru bicara militer 'Israel' mengatakan bahwa “Palang Merah telah menerima jenazah salah satu sandera dan sedang dalam perjalanan untuk menyerahkannya kepada tentara 'Israel'.”

Sebelumnya, Channel 12 Israel melaporkan bahwa Tel Aviv telah menerima “sinyal awal” mengenai kemungkinan pembebasan jenazah seorang tawanan pada kemarin malam (7/11/2025).

Channel 15 Israel juga menyebut bahwa pemerintah 'Israel' tengah bersiap untuk menerima jenazah tersebut malam ini. Dalam waktu yang sama, Saraya Al-Quds, sayap militer Gerakan Jihad Islam, mengumumkan bahwa pihaknya akan menyerahkan jenazah “salah satu tawanan musuh Zionis pada malam hari.”

Namun, Lembaga Penyiaran 'Israel' (KAN) melaporkan bahwa persiapan untuk menerima jenazah masih bersifat awal, dan “belum jelas apakah penyerahan itu benar-benar akan terjadi malam ini.”

Langkah ini menyusul penyerahan sebelumnya oleh Brigade Al-Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), yang pada Rabu malam lalu (5/11) juga menyerahkan jenazah seorang tawanan 'Israel' kepada Palang Merah setelah ditemukan di kawasan Shuja’iyya, timur Kota Gaza, bagian dari rangkaian kesepakatan yang sedang dibahas antara Hamas dan para mediator.

Sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober lalu, Hamas telah membebaskan 20 tawanan hidup dan menyerahkan 21 jenazah dari total 28 tawanan yang tercatat, sementara enam jenazah lainnya masih berada di dalam Jalur Gaza menurut perkiraan pihak 'Israel'.

'Israel' mensyaratkan penerimaan semua jenazah sebelum memulai tahap kedua perundingan, sedangkan Hamas menegaskan bahwa proses tersebut memerlukan waktu dan upaya besar mengingat kerusakan luas di Gaza yang menghambat akses menuju lokasi pemakaman. Hamas juga meminta para mediator untuk menyediakan peralatan dan tim teknis guna mengevakuasi jenazah yang tertimbun reruntuhan.

Penyerahan jenazah pada Jumat malam ini (7/11) menjadi yang ke-22 sejak gencatan senjata dimulai pada 10 Oktober, sementara upaya para mediator terus berlanjut untuk menstabilkan situasi dan mendorong pelaksanaan tahap-tahap lanjutan dalam perjanjian gencatan senjata. (zarahamala/arrahmah.id)