Memuat...

Perbatasan Afghanistan-Pakistan Masih Ditutup, Para Pedagang Khawatir

Hanin Mazaya
Rabu, 15 Oktober 2025 / 24 Rabiulakhir 1447 17:18
Perbatasan Afghanistan-Pakistan Masih Ditutup, Para Pedagang Khawatir
(Foto: Tolo News)

KABUL (Arrahmah.id) - Empat hari telah berlalu sejak penutupan perlintasan perdagangan utama antara Afghanistan dan Pakistan, kekhawatiran semakin meningkat atas dampak seriusnya terhadap perdagangan dan aktivitas ekonomi kedua negara.

Kamar Dagang dan Industri Perbatasan menyatakan bahwa penutupan yang berkelanjutan telah menyebabkan kerugian yang signifikan bagi para pedagang dan mendesak kedua pemerintah untuk mengambil langkah-langkah segera guna menyelesaikan masalah ini, lansir Tolo News (15/10/2025).

Shahad Hussain, mantan kepala Kamar Dagang dan Industri Perbatasan, mengatakan: “Saat ini, rute perdagangan ditutup. Permintaan kami kepada kedua pemerintah adalah untuk menyelesaikan masalah ini agar perdagangan dan pergerakan lintas batas dapat dilanjutkan. Kerusakannya tidak hanya terjadi di Afghanistan, tetapi juga berdampak pada masyarakat umum di Pakistan.”

Sementara itu, Kamar Dagang dan Investasi Afghanistan menggambarkan langkah Pakistan sebagai pelanggaran norma-norma perdagangan internasional yang berlaku dan menekankan bahwa hubungan komersial tidak boleh menjadi korban ketegangan politik.

Jan Aqa Naveed, juru bicara Kamar Dagang Afghanistan, mengatakan: “Beberapa organisasi perdagangan internasional, termasuk Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), menekankan bahwa tidak boleh ada hambatan yang menghalangi ekspor, impor, atau transit Afghanistan. Sayangnya, tantangan seperti itu terus muncul.”

Selain itu, beberapa pedagang Afghanistan mengatakan negara itu harus memperkuat rute perdagangan alternatif melalui Iran, Asia Tengah, dan Tiongkok untuk mengurangi ketergantungan ekonomi pada Pakistan.

Omid Haidari, salah satu pedagang, mengatakan: “Kami mendesak otoritas kedua negara untuk menandatangani perjanjian jangka panjang guna memfasilitasi perdagangan bilateral.”

Menyusul ketegangan politik dan militer baru-baru ini antara Afghanistan dan Pakistan, perlintasan perdagangan utama, termasuk Torkham, Spin Boldak, Ghulam Khan, Dand Patan, dan Shahr Naw, telah ditutup dalam beberapa hari terakhir. Sejauh ini, belum ada jadwal pasti yang diumumkan untuk pembukaan kembali perlintasan tersebut, dan ratusan truk kargo masih terjebak di kedua sisi Garis Durand menunggu izin. (haninmazaya/arrahmah.id)