TEL AVIV (Arrahmah.id) -- 'Israel' mengundang komunitas Yahudi India, Bnei Menashe, untuk bermigrasi. Mereka rencananya akan ditempatkan di wilayah utara yang berbatasan dengan Lebanon, dan acap menjadi ladang konflik dengan milisi Syiah Hezbollah.
Dilansir DW (24/11/2025) , 'Israel' telah menyetujui rencana untuk menerima sekitar 5.800 anggota komunitas Yahudi India, Bnei Menashe, pada tahun 2030, menurut keputusan pemerintah yang diumumkan Ahad (22/11) lalu.
Kelompok etnis asal negara bagian Mizoram dan Manipur di India ini diperkirakan akan pindah secara bertahap ke wilayah Galilea di utara 'Israel'. Wilayah ini kerap terdampak konflik dengan Hezbollah dari Lebanon, yang memaksa puluhan ribu warga meninggalkan daerah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut keputusan ini bernilai "penting dan Zionis,” yang menurutnya akan memperkuat 'Israel' di bagian utara.
Kelompok pertama yang berjumlah 1.200 orang dijadwalkan tiba tahun depan. Kementerian yang menangani absorpsi diaspora di luar negeri akan menyediakan bantuan finansial awal, pengajaran bahasa Ibrani, bimbingan pekerjaan, perumahan sementara, serta program sosial untuk memudahkan penyesuaian para pendatang.
Pemerintah Zionis diperkirakan akan mengalokasikan sekitar $27,4 juta hanya untuk gelombang awal ini. Kedatangan baru ini mengikuti sekitar 4.000 Bnei Menashe yang sudah bermigrasi ke 'Israel' selama dua dekade terakhir.
Rencana ini disusun secara koordinatif dengan pemerintah India.
Pertimbangan demografis tetap menjadi inti kebijakan negara 'Israel', terutama terkait konflik yang lebih luas dengan Palestina. Saat ini, populasi 'Israel' mencapai sekitar 10,1 juta jiwa, dengan sekitar 73% beragama Yahudi, dibandingkan 5,5 juta jiwa di wilayah Palestina.
Bnei Menashe mengidentifikasi diri sebagai keturunan suku Manasye dalam Alkitab, yang dikenal sebagai salah satu "suku 'Israel' yang hilang.” Banyak dari mereka sebelumnya memeluk Kristen sebelum berpindah ke Yahudi dan diakui secara resmi oleh Rabinat Kepala Israel. Mereka menjalankan praktik-praktik Yahudi tradisional, merayakan hari raya seperti Sukkot, dan mendirikan sinagoga di komunitas mereka.
'Israel' baru secara resmi mengakui imigrasi Bnei Menashe pada 2005, ketika Sephardi Chief Rabbi saat itu menetapkan komunitas ini sebagai keturunan suku 'Israel' yang hilang.
Galilea, tempat mereka diperkirakan akan menetap, adalah wilayah pegunungan bersejarah dengan kota-kota besar seperti Nazaret, Tiberias, dan Safed. Wilayah ini berbatasan dengan Lebanon di utara, serta Lembah Yordan dan Danau Galilea di timur. (hanoum/arrahamah.id)
