Memuat...

Petinggi Jihad Islam: Kami Tak Akan Teken Kesepakatan Penyerahan Diri, Perang Gerilya Justru Untungkan Kami

Samir Musa
Ahad, 13 Juli 2025 / 18 Muharam 1447 06:18
Petinggi Jihad Islam: Kami Tak Akan Teken Kesepakatan Penyerahan Diri, Perang Gerilya Justru Untungkan Kami
Wakil Sekretaris Jenderal Jihad Islam Palestina, Muhammad al-Hindi

GAZA (Arrahmah.id) — Wakil Sekretaris Jenderal Jihad Islam Palestina, Muhammad al-Hindi, menegaskan bahwa perlawanan Palestina tidak akan pernah menandatangani kesepakatan yang bermakna penyerahan diri kepada penjajah “Israel”.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera, al-Hindi menyebut bahwa "proposal damai" yang diajukan oleh Amerika Serikat dan “Israel” sejatinya adalah upaya untuk menghancurkan perlawanan dan mengusir rakyat Palestina keluar dari Gaza.

“Mereka ingin kami menyerah dan menyerahkan 40 persen wilayah Gaza, lalu memaksa rakyat kami menuju Sinai. Ini bukan solusi, ini rencana penghancuran,” tegasnya.

Menurutnya, rencana itu mencakup pembangunan kota tenda di atas reruntuhan Rafah, sebagai titik distribusi bantuan yang sengaja dirancang untuk memaksa warga masuk ke “ghetto” sebelum dipindahkan secara paksa.

Rencana Licik dan Propaganda

Al-Hindi menilai AS dan “Israel” menyebarkan propaganda tentang kesepakatan yang sudah dekat, padahal tidak ada kerangka perundingan nyata.

“Ini trik murahan agar nanti mereka bisa menyalahkan Palestina bila negosiasi gagal,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa perlawanan hanya akan menerima kesepakatan jika mencakup tiga hal: penghentian agresi, penarikan penuh pasukan penjajah dari Gaza, dan distribusi bantuan kemanusiaan yang tidak dikendalikan oleh ‘Israel’.

Tak Percaya Jaminan Amerika

Al-Hindi menolak jaminan AS yang dinilainya tidak memiliki nilai karena telah dilanggar oleh “Israel” dalam gencatan sebelumnya.

Ia juga menolak skema yang memusatkan perundingan hanya pada tukar tawanan, sementara pembantaian terhadap warga Gaza terus berlangsung.

“Mereka beri kami makanan, lalu hujani kami dengan rudal,” ucapnya.

Perang Gerilya Untungkan Perlawanan

Meski agresi menyebabkan penderitaan besar, al-Hindi menegaskan bahwa perlawanan tetap memegang kendali moral dan militer.

“Mujahidin kami bertempur dalam kondisi luka, sementara tentara mereka bunuh diri agar tak kembali ke Gaza. Ini pertarungan kesabaran, dan kami menang,” ujarnya.

Gaza Membara, Tentara “Israel” Tewas

Dalam beberapa hari terakhir, pasukan perlawanan terus menggempur militer penjajah di Beit Hanoun, Syujaiyah, dan Khan Younis. Brigade Al-Qassam dan Al-Quds menghancurkan sejumlah kendaraan militer dan menyebabkan korban besar di pihak “Israel”.

Media penjajah mengakui tewasnya beberapa tentara dan penyergapan kompleks di lapangan, sementara evakuasi korban luka dilakukan dengan helikopter ke rumah sakit di wilayah pendudukan.

Sumber “Israel” menyebut terjadi pertempuran jarak dekat di berbagai titik, dengan intensitas yang semakin meningkat.

“’Israel’ tak ingin menghentikan perang. Mereka hanya ingin mengelola konflik karena takut menderita kerugian besar jika terjun penuh ke Gaza,” tutur al-Hindi.

Ia menutup pernyataannya dengan peringatan: “Jika Palestina jatuh, semua ibu kota Muslim akan menyusul. Dunia Arab dan Islam diam, seakan tak peduli dengan darah umat yang ditumpahkan.”

(Samirmusa/arrahmah.id)