Memuat...

Prajurit 'Israel' Bunuh Diri usai Balik dari Gaza, Halusinasi Lihat Mayat di Mana-mana

Zarah Amala
Senin, 7 Juli 2025 / 12 Muharam 1447 10:30
Prajurit 'Israel' Bunuh Diri usai Balik dari Gaza, Halusinasi Lihat Mayat di Mana-mana
Tentara 'Israel' alami trauma berat hingga akhirnya bunuh diri (QNN)

GAZA (Arrahmah.net) – Seorang tentara 'Israel' berusia 24 tahun, Daniel Edri, ditemukan tewas terbakar dalam mobilnya di hutan dekat kota Safad yang diduduki. Menurut laporan media 'Israel', Edri membakar dirinya sendiri akibat tekanan psikologis berat yang dialaminya setelah bertugas di Gaza dan Lebanon sebagai tentara cadangan.

Keluarga korban mengungkapkan bahwa Edri mengalami gangguan stres pascatrauma (PTSD) akut usai terlibat dalam invasi militer ke Jalur Gaza dan pertempuran di Lebanon. Sang ibu mengatakan bahwa Edri kerap mengeluh mengalami halusinasi penciuman dan penglihatan: “Dia bilang, ‘Bu, aku mencium bau tubuh yang terbakar dan melihat mayat di mana-mana.’”

Kondisi mental Edri memburuk sejak Oktober 2023, setelah dua temannya tewas dalam serangan di hari itu. Sang adik menyebut bahwa Edri kemudian memutuskan untuk bergabung dengan pasukan cadangan dan dikerahkan ke Gaza serta Lebanon hingga akhir November 2024.

Menurut tenaga medis yang menanganinya, Edri beberapa kali menyatakan ingin mengakhiri hidup dan mengaku merasa seperti “bom waktu yang siap meledak.” Dalam salah satu pesannya kepada teman, ia menulis: “Bro, aku hilang kendali. Aku berbahaya. Aku merasa seperti bom waktu.”

Edri juga sempat mengalami ledakan amarah yang mengakibatkan kerusakan di rumah ibunya, menurut keterangan keluarganya.

Permintaan Pemakaman Militer Ditolak

Keluarga Edri telah mengajukan permintaan kepada Kementerian Pertahanan 'Israel' agar jenazahnya dimakamkan secara militer di pemakaman tentara. Namun, permintaan itu ditolak karena Edri tidak sedang dalam status tugas aktif saat meninggal.

Menurut aturan yang berlaku, keluarga tentara yang bunuh diri setelah masa tugas dan telah diakui sebagai korban perang dapat mengajukan permohonan untuk pemakaman militer, tetapi hal itu jarang disetujui.

Sejak dimulainya invasi ke Gaza pada Oktober 2023, militer 'Israel' mencatat sedikitnya 40 tentara aktif, sebagian besar dari kalangan cadangan, telah bunuh diri. Tidak ada badan resmi yang melacak angka bunuh diri di kalangan mantan tentara, namun pantauan media menunjukkan sedikitnya 11 mantan tentara cadangan mengakhiri hidup karena masalah mental terkait penugasan militer mereka. (zarahamala/arrahmah.net)