Memuat...

Putin Tolak Permintaan Mundur Pemimpin Chechnya

Hanoum
Rabu, 21 Mei 2025 / 24 Zulkaidah 1446 04:21
Putin Tolak Permintaan Mundur Pemimpin Chechnya
Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov dan Presiden Rusia Vladimir Putin. [Foto: Kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons]

GROZNY (Arrahmah.id) -- Presiden Rusia Vladimir Putin tidak memberikan restu permintaan pemimpin wilayah otonomi khusus Chechnya, Ramzan Kadyrov (48), yang ingin mengundurkan diri dari jabatannya.

Dilansir Al Jazeera (19/5/2025), wal bulan ini, Kadyrov, yang telah lama menjuluki dirinya sebagai prajurit kaki Putin, mengatakan bahwa ia ingin mengundurkan diri karena sakit yang semakin parah.

"(Pemimpin Chechnya) lain memiliki inisiatifnya sendiri, visinya sendiri. Saya berharap permintaan saya akan didukung," kata Kadyrov kepada Chechnya Today sebelum bertemu dengan Putin pada tanggal 7 Mei.

Namun, setelah pertemuan tersebut, Kadyrov memberikan klarifikasi dan secara rutin mengagungkan Putin.

"Apa pun yang saya katakan, tidak peduli seberapa keras saya meminta, keputusan hanya dibuat oleh satu orang. Saya seorang prajurit. Jika ada perintah, saya mengikutinya," kata Kadyrov.

Dua orang dalam Chechnya mengatakan kepada Al Jazeera, meskipun nadanya penuh hormat, Kadyrov telah berselisih dengan Putin mengenai penggantinya.

Kadyrov menginginkan putra ketiganya, Adam Kadyrov (17), menggantikan posisinya. Namun, Putin tidak memberikan restu.

“Putin menolak menjadikan Adam Kadyrov sebagai penerusnya,” kata salah satu sumber yang enggan disebutkan identitasnya kepada Al Jazeera.

Adam Kadyrov sendiri telah ditunjuk untuk beberapa jabatan resmi, termasuk kepala dewan keamanan Chechnya.

Di sisi lain, salah satu sumber menuturkan bahwa Adam Kadyrov dibesarkan layaknya seorang pangeran dan tidak memiliki pengalaman yang banyak mengenai dunia nyata.

Sejauh ini, Apti Alaudinov, seorang pejabat keamanan tinggi berusia 51 tahun di Chechnya, adalah penerus pilihan Istana Kepresidenan Rusia alias Kremlin, kata sumber tersebut.

Kadyrov senior dilaporkan menderita pankreatitis nekrotikans, suatu kondisi kesehatan dengan tingkat kelangsungan hidup yang rendah.

Dia juga disebut mengidap masalah ginjal.

Sumber yang diwawancarai Al Jazeera mengeklaim, Kadyrov beberapa kali dilarikan dan dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis.

Kadyrov juga disebut menghabiskan waktu berjam-jam di Klinik AiMed di ibu kota administratif Chechnya, Grozny, setiap hari dan sering menginap.

Kadyrov menggunakan rekaman video untuk disiarkan selama beberapa hari berturut-turut agar menciptakan ilusi jadwal kerjanya yang sibuk.

Penyakit tersebut dilaporkan telah memaksa Kadyrov untuk tidak menunaikan sebuah tradisi ketika Ramadhan berakhir.

Untuk pertama kalinya dalam dua dekade, ia tidak merekam pidato televisi untuk memberi selamat kepada orang-orang Chechnya ketika bulan suci Ramadan berakhir pada akhir Maret.

Ia juga tidak ambil bagian dalam peringatan 24 Februari tahun atas deportasi seluruh komunitas Chechnya ke Asia Tengah oleh Stalin pada 1944.

Di sisi lain, Kadyrov sangat mengkhawatirkan nasib keluarganya jika dia meninggal dunia, menurut Ansar Dishni dari Nyiso, saluran Telegram yang menerbitkan berita orang dalam dari Chechnya.

"Tentu saja, Kremlin telah memberikan jaminan keamanan kepada keluarganya, tetapi semuanya dapat berubah karena Putin juga tidak akan selamanya berkuasa," kata Dishni kepada Al Jazeera. (hanoum/arrahmah.id)