JEDDAH (Arrahmah.id) — Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman bin Abdulaziz Al Saud, mengecam keras serangan militer “Israel” terhadap wilayah Republik Islam Iran dalam sebuah panggilan telepon kepada Presiden Iran, Dr. Masoud Pezeshkian, pada Sabtu (14/6).
Dalam pernyataan yang dikutip dari kantor berita resmi Saudi, Saudi Press Agency (SPA), Pangeran Muhammad bin Salman menyampaikan belasungkawa dan simpati mendalam kepada Presiden Pezeshkian, rakyat Iran, serta keluarga korban yang tewas akibat agresi tersebut. Ia juga mendoakan kesembuhan bagi para korban yang terluka.
Pangeran Muhammad bin Salman menegaskan bahwa serangan “Israel” telah melanggar kedaulatan dan keamanan Republik Islam Iran serta merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum dan norma internasional. Ia menambahkan bahwa agresi ini telah mengganggu jalannya dialog yang sedang berlangsung untuk mencari jalan keluar damai dari krisis yang ada.
"Kerajaan Arab Saudi menolak segala bentuk penggunaan kekerasan dalam penyelesaian konflik dan menegaskan bahwa dialog harus menjadi prinsip utama dalam menyelesaikan perbedaan antarnegara," tegasnya.
Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan rasa terima kasih kepada Putra Mahkota atas perhatian dan sikap tegas Saudi dalam menolak agresi militer “Israel”. Ia juga mengapresiasi peran Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dalam memberikan layanan dan kemudahan kepada para jemaah haji Iran selama berada di Tanah Suci hingga mereka kembali dengan selamat ke tanah air.
Percakapan ini mencerminkan sinyal kuat komitmen diplomatik Arab Saudi dalam menjaga stabilitas kawasan dan menolak eskalasi kekerasan yang dapat mengancam perdamaian regional.
(Samirmusa/arrahmah.id)
