Memuat...

Qatar Konfirmasi Gugurnya Direktur Kantor Khalil al-Hayya dalam Serangan 'Israel'

Zarah Amala
Kamis, 11 September 2025 / 19 Rabiulawal 1447 10:01
Qatar Konfirmasi Gugurnya Direktur Kantor Khalil al-Hayya dalam Serangan 'Israel'
Kompleks perumahan yang menjadi sasaran 'Israel' di ibu kota, Doha (Prancis)

DOHA (Arrahmah.id) - Kementerian Dalam Negeri Qatar pada Rabu malam waktu setempat (11/9/2025) mengonfirmasi gugurnya Jihad Riyah Hassan Lubad, Direktur Kantor Khalil al-Hayya, kepala biro politik Hamas di Gaza sekaligus ketua delegasi negosiasi, akibat serangan udara 'Israel' yang menghantam kompleks perumahan tempat tinggal sejumlah pemimpin Hamas di ibu kota Doha pada Selasa (10/9).

Dalam pernyataannya, kementerian mengatakan:

“Telah dipastikan identitas syahid Jihad Riyah Hassan Lubad yang wafat akibat serangan yang menargetkan salah satu kompleks perumahan yang dihuni sejumlah anggota biro politik Hamas.”

Tim penyelamat Qatar yang berada di lokasi kejadian juga menemukan potongan tubuh di berbagai titik. Saat ini, tim forensik bencana Qatar tengah berupaya mengidentifikasi para korban secara akurat.

Kementerian menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi dan mengumumkan setiap pembaruan melalui saluran resmi “segera setelah diverifikasi.”

Sebelumnya, 'Israel' secara terbuka mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menyasar para pemimpin Hamas di Qatar.

Pihak Hamas menyatakan bahwa delegasi negosiasi yang dipimpin Khalil al-Hayya berhasil selamat dari upaya pembunuhan, namun putranya, Hammam al-Hayya, gugur bersama Jihad Lubad serta tiga pengawal: Abdullah Abdul Wahid, Mu’min Hassouna, dan Ahmad al-Mamlouk.

Kementerian Dalam Negeri Qatar juga melaporkan gugurnya seorang anggota pasukan keamanan dalam negeri (Lekhwiya) serta adanya korban luka lain di jajaran aparatnya.

Kecaman Internasional

Agresi 'Israel' terhadap Qatar ini memicu kecaman luas, baik dari dunia Arab maupun internasional, dengan desakan agar 'Israel' segera dihentikan dan dimintai pertanggungjawaban atas pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

Dengan serangan ini, 'Israel' semakin meluaskan lingkup agresinya di kawasan. Pada Juni lalu, Tel Aviv melancarkan serangan terhadap Iran. Sementara itu, selama hampir dua tahun terakhir, 'Israel' terus melakukan genosida di Jalur Gaza dan Tepi Barat, serta melancarkan serangan udara ke Lebanon, Suriah, hingga Yaman. (zarahamala/arrahmah.id)