Memuat...

QSD–Loyalis Assad Terbongkar! Koordinasi Rahasia Terungkap Lewat Kebocoran Data

Samir Musa
Ahad, 18 Januari 2026 / 29 Rajab 1447 23:35
QSD–Loyalis Assad Terbongkar! Koordinasi Rahasia Terungkap Lewat Kebocoran Data
Komandan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) Mazloum Abdi melambaikan tangan setelah memberi keterangan pers di Kota Hasakeh, Suriah, 6 Desember 2024. [Foto: Deili Souleman/AFP]

QATAR (Arrahmah.id) - Program investigasi “Al-Mutaharrī” di Aljazeera mengungkap fakta mengejutkan tentang hubungan tersembunyi antara milisi Kurdi QSD (Quwwat Surya ad-Dimuqrathiyah) atau SDF dan sisa-sisa loyalis rezim Bashar Assad yang telah tumbang.

Temuan ini bersumber dari rekaman dan percakapan yang diperoleh melalui operasi peretasan siber terhadap ponsel sejumlah perwira dan tokoh penting yang terhubung dengan rezim lama Suriah.

Ayman Jaber

Salah satu rekaman memperlihatkan percakapan antara pelaku peretasan dengan Ayman Jaber, menantu keluarga Assad sekaligus salah satu pendukung utama milisi pro-rezim. Dalam percakapan itu, dibahas secara terbuka soal pemindahan tokoh militer dan koordinasi langsung dengan QSD.

Pelaku peretasan menawarkan untuk memindahkan seorang tokoh militer bernama “Suhail” ke wilayah yang dikuasai QSD di timur laut Suriah.

“Soal Suhail, kalau kalian mau, saya bisa memindahkannya ke Qamishli (wilayah administrasi otonom),” katanya.

Tawaran itu langsung disetujui Ayman Jaber dengan singkat, “Ya.”

Pelaku menjelaskan bahwa keberadaan Suhail di wilayah tersebut memungkinkan dirinya mengelola aktivitas militer, mengumpulkan kembali pasukan, serta menyiapkan mereka untuk operasi lanjutan di kemudian hari.

Rencana Pertemuan dengan Mazloum Abdi

Dalam percakapan lain, Ayman Jaber mengisyaratkan rencana pertemuan dengan pimpinan QSD, Mazloum Abdi.

“Suatu waktu kalau saya datang ke sini, kita bawa dia ke Mazloum, kita temui dia bersama para anggota,” ujarnya.

Namun, pelaku peretasan menjelaskan bahwa Abdi tidak bisa datang ke lokasi tersebut dan mengusulkan pertemuan di Irak.

“Mazloum tidak bisa… di Irak, apakah kamu bisa datang ke Irak?”

Ayman Jaber membantah, “Mazloum bisa datang ke sini, bagaimana mungkin tidak? Dia sering datang ke sini.”

QSD: “Kami Bersama Sekte Alawi”

Rekaman lain menampilkan Muhammad Jaber, saudara Ayman Jaber dan komandan milisi “Suqur al-Sahra” (Elang Gurun) yang dekat dengan rezim Assad.

Ia membicarakan hubungan mereka dengan QSD dan menyebut para anggota QSD yang berkomunikasi dengannya sebagai “orang-orang biasa.”

Muhammad Jaber mengungkap bahwa QSD meminta jumlah besar pasukan tempur, namun ia menolak memenuhi permintaan itu.

“Mereka minta jumlah besar, tapi saya bilang saya tidak bisa memberi sebanyak itu,” ujarnya.

Ia juga menyebut QSD membutuhkan pasukan dengan keahlian khusus, seperti penembak tank dan peluncur roket.

“Mereka bilang butuh penembak tank, penembak roket.”

Yang lebih mengejutkan, Muhammad Jaber mengaku terdorong membantu QSD setelah mendengar pernyataan Mazloum Abdi.

“Mazloum Abdi seminggu lalu bilang: kami bersama sekte Alawi. Itu yang mendorong saya mengirim pasukan ke dia,” ungkapnya.

Program Investigasi Al Jazeera, Al-Mutaharrī

Koordinasi Rahasia di Balik Layar

Menurut investigasi “Al-Mutaharrī”, rekaman-rekaman ini membuktikan adanya saluran komunikasi dan koordinasi rahasia antara pimpinan QSD dan tokoh-tokoh militer serta keamanan dari sisa-sisa rezim Assad.

Koordinasi tersebut dilakukan di luar jalur resmi dan mencakup rencana militer serta pengaturan keamanan yang sensitif.

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang hakikat hubungan QSD dengan loyalis rezim lama, serta dampaknya terhadap peta konflik Suriah saat ini.

Investigasi ini berjudul “Kebocoran Sisa-Sisa Assad: Peretasan Besar”, dipandu oleh jurnalis Jamal Al-Maliki, dan memuat wawancara eksklusif dengan pelaku peretasan.

Ia berhasil menipu para jenderal dan perwira rezim Assad dengan menyamar sebagai perwira intelijen “Israel” (Mossad) yang mengklaim ingin mendukung pergerakan mereka di wilayah pesisir Suriah.

Fakta-fakta ini menegaskan bahwa konflik Suriah tidak hanya diwarnai oleh pertempuran terbuka, tetapi juga oleh aliansi tersembunyi, intrik politik, dan pengkhianatan di balik layar.

(Samirmusa/arrahmah.id

SuriahHeadlineSDFQsd