Memuat...

Al-Aqsha Ditutup Total hingga Akhir Perang Iran, Palestina Waspadai Ritual Ekstrem Yahudi di April

Zarah Amala
Rabu, 11 Maret 2026 / 22 Ramadan 1447 12:35
Al-Aqsha Ditutup Total hingga Akhir Perang Iran, Palestina Waspadai Ritual Ekstrem Yahudi di April
Pemerintah Provinsi Yerusalem: Apa yang terjadi adalah eskalasi berbahaya dan merupakan bagian dari jalur politik dan ideologis yang berupaya mengubah realitas keagamaan dan sejarah di kompleks Masjid Al-Aqsha (AFP).

YERUSALEM (Arrahmah.id) - Pemerintah Provinsi Yerusalem (Palestina) mengeluarkan peringatan darurat mengenai kampanye terorganisir kelompok ekstremis 'Israel' yang mendesak agar Masjid Al-Aqsha tetap ditutup total bagi umat Muslim hingga perang melawan Iran berakhir. Situasi ini memicu kekhawatiran besar karena bertepatan dengan momen sepuluh malam terakhir Ramadhan dan rencana ritual keagamaan ekstrem pada hari Paskah Yahudi (April mendatang).

Untuk pertama kalinya sejak pendudukan 1967, pelaksanaan shalat Tarawih di sepuluh malam terakhir Ramadhan terancam ditiadakan karena blokade total yang dilakukan otoritas 'Israel' dengan dalih keadaan darurat perang. Hingga hari ke-11 perang (Rabu, 11/3/2026), akses menuju Al-Aqsha dan Kota Tua Yerusalem masih dijaga ketat, hanya menyisakan warga lokal dan segelintir pedagang yang diizinkan melintas.

Organisasi Temple Mount dilaporkan mulai menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mempromosikan kampanye penyembelihan kurban di dalam kompleks Al-Aqsha pada April. Palestina menganggap ini sebagai upaya paksa untuk mengubah status quo sejarah dan hukum di situs suci tersebut.

Kelompok ekstremis 'Israel' mendesak penutupan masjid bagi umat Muslim dengan alasan absennya bunker atau perlindungan yang aman (shelter) di dalam kompleks Al-Aqsha jika terjadi serangan rudal dari Iran.

Otoritas Palestina menegaskan bahwa hak eksklusif untuk membuka dan menutup gerbang Al-Aqsha berada di bawah wewenang Departemen Wakaf Islam, bukan militer. Penutupan ini dianggap sebagai eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menghalangi puluhan ribu jamaah beribadah di bulan suci.

Penutupan masjid dibarengi dengan pengepungan total wilayah Kota Tua Yerusalem, yang semakin membatasi gerak warga Palestina dan memutus aktivitas keagamaan maupun ekonomi di sana.

Laporan menyebutkan bahwa pada 2025 lalu, sempat terjadi tiga kali upaya penyelundupan hewan kurban atau daging ke dalam kompleks Al-Aqsha oleh kelompok radikal. Dengan kondisi perang saat ini, kekhawatiran akan terjadinya fakta baru di lapangan melalui kekuatan militer semakin nyata, terutama dengan dukungan dari menteri-menteri sayap kanan di pemerintahan 'Israel'. (zarahamala/arrahmah.id)