TEL AVIV (Arrahmah.id) - Ketegangan di front Utara 'Israel' meningkat tajam pada Selasa malam (10/3/2026). Kelompok Hizbullah meluncurkan serangkaian serangan pesawat nirawak (drone) dan rudal presisi yang menyasar posisi militer serta infrastruktur strategis 'Israel'. Serangan ini merupakan bagian dari respons besar-besaran Hizbullah sejak dimulainya agresi 'Israel' ke Lebanon pada awal Maret ini.
Laporan resmi mengonfirmasi bahwa serangan drone Hizbullah di dekat perbatasan Lebanon telah melukai 3 tentara 'Israel'. Selain itu, sebuah serangan rudal presisi berhasil menghantam stasiun satelit raksasa di dekat Beit Shemesh. Fasilitas penting ini menampung sekitar 120 piringan pemancar berukuran besar yang berfungsi sebagai jalur komunikasi vital.
Selain stasiun satelit di Beit Shemesh, Hizbullah juga mengerahkan skuadron drone penyerang yang menargetkan Pangkalan Shimshon di sebelah barat Danau Tiberias. Sedikitnya 8 rudal dilaporkan menghantam wilayah Metula. Hizbullah juga mengonfirmasi serangan ke pemukiman Misgav Am serta beberapa posisi militer di wilayah Hamamis dan Lembah Al-Asafir.
Bentrokan sengit pecah di pinggiran kota perbatasan Aitaroun, Lebanon Selatan. Hizbullah mengklaim telah menghadang pergerakan tentara 'Israel' yang mencoba melakukan penetrasi lebih dalam ke wilayah tersebut.
Otoritas 'Israel' terus memberlakukan sensor ketat terkait titik persis jatuhnya proyektil dan jumlah total kerugian manusia untuk menjaga moral publik di tengah serangan yang semakin intens.
Aksi militer Hizbullah ini merupakan reaksi atas serangan gabungan AS-'Israel' ke Iran pada 28 Februari lalu yang menewaskan Ali Khamenei. Sejak 2 Maret, 'Israel' telah melancarkan invasi darat terbatas dan serangan udara besar-besaran ke Beirut dan wilayah Lebanon lainnya, yang mengakibatkan ratusan ribu warga sipil terpaksa mengungsi. (zarahamala/arrahmah.id)
