GAZA (Arrahmah.id) -- Ratusan pemukim sayap kanan 'Israel' bersama seorang anggota parlemen menyeberang perbatasan Gaza semalaman dalam sebuah aksi yang secara terang-terangan menyerukan pendudukan permanen wilayah kantong yang dikuasai oleh Palestina tersebut. Aksi ini berlangsung di tengah blokade yang masih ketat dan larangan bagi warga Palestina untuk kembali ke banyak bagian Gaza.
Kelompok pelaku itu dipimpin oleh Limor Son Har-Meleh, seorang anggota Knesset dari partai ultranasionalis Otzma Yehudit, yang dalam pernyataannya menyatakan, seperti dilansir The New Arab (20/2/2026), bahwa “Gaza akan menjadi Yahudi”, seraya menyerukan pembangunan permukiman 'Israel' di wilayah yang ditinggalkan 'Israel' pada 2005 di bawah disengagement plan.
Pihak militer 'Israel' menyatakan bahwa para pemukim telah melewati pagar perbatasan di beberapa titik di utara Gaza sebelum kemudian ditangkap dan dipulangkan kembali ke wilayah Israel karena area itu ditetapkan sebagai zona militer tertutup.
Kisah serupa tentang pemukim 'Israel' yang mengejar perluasan wilayah — termasuk di Tepi Barat yang diduduki — tercermin dalam analis konflik dan laporan tentang pola pendirian permukiman baru yang dianggap mempercepat annexation de facto dari wilayah pendudukan. Laporan Crisis Group mencatat bahwa faksi-faksi pemukim berpengaruh dalam kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah mendorong kebijakan yang dinilai memperkuat kontrol negara atas tanah yang diduduki.
Aksi pemukim ke Gaza juga terjadi di tengah pembatasan mobilitas yang sangat ketat bagi warga Palestina: penyeberangan utama seperti Rafah hanya dibuka untuk pergerakan terbatas warga Palestina, dengan ratusan orang setiap harinya masih menghadapi penolakan masuk atau keluar dari wilayah itu meskipun memenuhi syarat administrasi.
Komunitas internasional, termasuk organisasi hak asasi dan badan PBB, secara berulang kali menyatakan bahwa pendudukan 'Israel' atas wilayah Palestina, termasuk kegiatan pemukim ilegal, melanggar hukum internasional dan berkontribusi pada ketidakstabilan yang berkepanjangan di seluruh kawasan. (hanoum/arrahmah.id)
