Memuat...

Tolak Bicara di Sidang, Syeikh Sulayman al Alwan Dipukul Petugas Keamanan Pengadilan

Hanoum
Sabtu, 21 Februari 2026 / 4 Ramadan 1447 07:32
Tolak Bicara di Sidang, Syeikh Sulayman al Alwan Dipukul Petugas Keamanan Pengadilan
Syeikh Sulaiman Al-Alwan. [Foto: X]

RIYADH (Arrahmah.id) -- Ulama Saudi Syeikh Sulayman al Alwan diserang oleh petugas keamanan pengadilan setelah ia menolak memberikan pernyataan di depan hakim dalam salah satu sidang ulang yang menambahkan masa hukumannya, lapor kelompok Prisoners of Conscience (20/2/2026) yang memantau kasus ini. Kejadian tersebut menyoroti ketegangan antara aktivis atau tokoh agama yang menolak legitimasi proses hukum dan aparat keamanan di Arab Saudi.

Syeikh al Alwan, seorang ulama yang dikenal menguasai ilmu hadis dan pernah menjadi tokoh berpengaruh dalam kalangan salafi Saudi, telah menjalani puluhan tahun penahanan terkait tuduhan politik dan ekstremisme.

Kelompok Prisoners of Conscience melaporkan bahwa serangan terhadapnya terjadi setelah ia secara terbuka menolak berbicara di sidang karena ia tidak mempercayai integritas dan keadilan pengadilan yang menangani kasusnya, sebuah tindakan yang memicu reaksi kekerasan dari petugas keamanan.

Kasus al Alwan sebelumnya menarik perhatian karena aspek hukum dan kebebasan berpendapat. Ia termasuk di antara sejumlah tokoh yang telah ditahan atau diadili oleh otoritas Saudi dalam beberapa dekade terakhir, bersama dengan aktivis hak asasi dan pembela kebebasan beragama seperti Waleed Abulkhair, yang ditahan selama bertahun-tahun setelah menolak mengakui legitimasi pengadilan atas kritiknya terhadap rezim (penahanan Abulkhair dipandang sebagai tindakan melawan kemerdekaan berekspresi oleh organisasi internasional seperti Human Rights Watch).

Kelompok-kelompok advokasi internasional sering mengkritik sistem peradilan di Arab Saudi karena kurangnya transparansi dan independensi, serta penanganan terhadap tahanan yang menolak untuk berpartisipasi dalam proses hukum yang mereka anggap tidak adil. Banyak dari kasus ini, termasuk al-Alwan dan aktivis lain, telah dipantau oleh organisasi HAM yang menyerukan perlakuan yang adil dan penghormatan terhadap hak kebebasan berpendapat. (hanoum/arrahmah.id)