Memuat...

Ribuan Pengungsi Gaza Mengungsi Lagi, Tenda Rusak Parah Akibat Hujan Deras

Zarah Amala
Sabtu, 15 November 2025 / 25 Jumadilawal 1447 10:19
Ribuan Pengungsi Gaza Mengungsi Lagi, Tenda Rusak Parah Akibat Hujan Deras
1,5 juta warga Palestina hidup dalam pengungsian setelah hujan membanjiri tenda-tenda mereka yang sudah usang (media sosial)

GAZA (Arrahmah.id) - Badan Pertahanan Sipil di Jalur Gaza mengumumkan bahwa mereka menerima serangkaian panggilan darurat dari keluarga-keluarga pengungsi di kamp dan pusat-pusat penampungan di berbagai wilayah setelah tenda mereka rusak dan tergenang air akibat hujan deras.

Dalam sebuah pernyataan, lembaga itu mengatakan bahwa sejak Jumat pagi (14/11/2025) mereka mendapat banyak permintaan bantuan dari keluarga yang tenda-tenda mereka terendam oleh air hujan yang mengguyur wilayah Palestina.

Pertahanan Sipil menyeru komunitas internasional dan negara-negara penjamin perjanjian gencatan senjata di Gaza agar memberikan perhatian serius terhadap penderitaan sekitar setengah juta keluarga yang terpaksa mengungsi akibat agresi 'Israel' dan kini hidup di kamp-kamp serta pusat penampungan.

Lembaga tersebut juga meminta percepatan pemasukan rumah-rumah portabel dan tenda baru untuk mengurangi penderitaan pengungsi. Juru bicara Pertahanan Sipil, Mayor Mahmoud Basal, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Gaza membutuhkan setidaknya 450 ribu tenda untuk menampung para pengungsi.

Sementara itu, Kantor Media Pemerintah Gaza menyebut bahwa 1,5 juta warga Palestina kini hidup dalam kondisi pengungsian setelah hujan deras kembali membanjiri tenda-tenda rapuh mereka. Menurut data akhir September, sekitar 93% tenda di Gaza sudah tidak layak huni, yakni 125 ribu dari total 135 ribu tenda.

‘Segalanya Tenggelam’

Cuaca buruk ini juga menyebabkan satu lantai penuh di bagian anak-anak Rumah Sakit “Aṣdiqā’ al-Marīḍ” di Gaza City terendam air. Pertahanan Sipil mengatakan mereka tidak dapat memberikan bantuan apa pun karena kekurangan peralatan dan masih diberlakukan blokade 'Israel'.

Hujan juga membanjiri Rumah Sakit Rantisi untuk anak-anak, yang sebelumnya telah rusak parah akibat serangan 'Israel'.

Dalam rekaman video yang dirilis hari Jumat, juru bicara Pertahanan Sipil, Mahmoud Basal, mengatakan bahwa timnya mendapati ratusan tenda tenggelam di berbagai wilayah Gaza, khususnya di Kota Gaza, bersama barang-barang dan pakaian warga yang sebelumnya mereka selamatkan dari reruntuhan rumah yang hancur.

Para pengungsi kini hidup dalam kondisi yang amat memilukan: fasilitas dasar tidak tersedia, akses terhadap kebutuhan pokok sangat sulit, dan layanan-layanan vital terhenti karena blokade yang terus berlanjut.

Basal memperingatkan bahaya tinggal di rumah-rumah yang hampir runtuh, terutama saat hujan makin deras yang dapat menyebabkan bangunan-bangunan itu ambruk seketika.

PBB: Ribuan Keluarga Terdampar di Cuaca Buruk

Dari sisi internasional, juru bicara Sekjen PBB, Stéphane Dujarric, mengatakan bahwa ratusan tenda dan tempat penampungan sementara di Gaza telah terendam air, dan ribuan keluarga kini terpapar cuaca ekstrem tanpa perlindungan memadai.

Dujarric juga mengungkapkan bahwa 'Israel' menolak 23 permohonan dari PBB untuk memasukkan sekitar 4.000 palet bantuan penting, termasuk tenda.

Gerakan Hamas menyerukan para penjamin kesepakatan gencatan senjata, PBB, Liga Arab, serta OKI untuk segera bertindak mengirim pasokan kemanusiaan, medis, dan kebutuhan pengungsian ke Gaza.

Hamas juga meminta peningkatan dukungan internasional untuk memastikan para pengungsi mendapatkan perlindungan minimal di tengah kondisi bencana yang ditimbulkan oleh agresi 'Israel'.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyebut bahwa kegagalan sistem regional dan internasional memberikan bantuan kepada Gaza telah memberi “dorongan” bagi 'Israel' untuk memperketat blokade dan memperparah penderitaan warganya. (zarahamala/arrahmah.id)