Memuat...

Ribuan Warga Gaza dan Dunia Islam Gelar Shalat Ghaib untuk Para Pemimpin Qassam yang Gugur

Zarah Amala
Sabtu, 3 Januari 2026 / 14 Rajab 1447 10:00
Ribuan Warga Gaza dan Dunia Islam Gelar Shalat Ghaib untuk Para Pemimpin Qassam yang Gugur
Shalat gaib digelar di Gaza dan sejumlah negara untuk para komandan Al-Qassam (Foto: tangkapan video)

GAZA (Arrahmah.id) - Ribuan warga melaksanakan shalat ghaib di Jalur Gaza serta di sejumlah negara Arab dan Islam pada Jumat (2/1/2026), untuk mendoakan para pemimpin Brigade Al-Qassam, sayap militer Gerakan Hamas, yang gugur selama perang genosida 'Israel' di Gaza yang berlangsung selama dua tahun.

Ribuan orang merespons seruan Hamas untuk melaksanakan shalat ghaib setelah shalat Jumat di seluruh masjid di Palestina, serta di berbagai masjid dan pusat Islam di seluruh dunia. Salat tersebut ditujukan bagi para pemimpin Al-Qassam, yakni Mohammed Al-Sinwar, Kepala Staf Brigade; Mohammed Shabana, Komandan Brigade Rafah; Hikmat Issa, Kepala Divisi Persenjataan dan Layanan Tempur; Raed Saad, Kepala Divisi Produksi Militer; serta Hudhaifa Al-Kahlout (Abu Ubaidah), mantan juru bicara Brigade Al-Qassam.

Di Jalur Gaza yang porak-poranda, shalat ghaib dilaksanakan di berbagai wilayah, di antaranya di area Masjid Al-Hidayah di Kota Gaza, kawasan Al-Nasr di bagian barat kota, serta di Masjid Agung Al-Omari. Salat juga digelar di depan masjid-masjid yang hancur total maupun rusak sebagian akibat serangan udara 'Israel' di berbagai provinsi di Gaza.

Di luar Palestina

Koresponden Anadolu melaporkan bahwa ribuan warga Maroko juga melaksanakan shalat ghaib untuk para pemimpin Al-Qassam dan Abu Ubaida di sekitar masjid-masjid di sejumlah kota setelah shalat Jumat. Kota-kota tersebut antara lain Oujda, Taza, dan Guercif di wilayah timur, Ait Melloul di wilayah tengah, serta Ben Guerir dan Mohammedia di wilayah utara Maroko.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan salat gaib untuk Abu Ubaidah dilakukan sebagai respons atas seruan Otoritas Maroko untuk Membela Isu-Isu Umat.

Gambar dan laporan juga menunjukkan pelaksanaan salat gaib di Provinsi Batman, Turki, di Kurdistan Irak, Sidon di Lebanon, Douma di Suriah, serta di sejumlah kota di Yaman.

Pada Kamis sebelumnya, Hamas menyerukan pelaksanaan salat gaib pada Jumat untuk mendoakan para pemimpin Brigade Izzuddin Al-Qassam yang gugur. Dalam pernyataannya, Hamas menyebut seruan tersebut sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan dan pengorbanan mereka, serta apresiasi terhadap peran mereka dalam membela tanah Palestina, khususnya Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa.

Pada Senin lalu, Brigade Al-Qassam secara resmi mengumumkan gugurnya Kepala Staf mereka, juru bicara resmi, serta sejumlah pemimpin lainnya selama perang genosida 'Israel'.

Untuk pertama kalinya, Al-Qassam mengungkap nama asli Abu Ubaidah, yakni Hudhaifa Samir Abdullah Al-Kahlout, beserta fotonya, seraya memuji kiprah dan peran besarnya di bidang media.

'Israel' memulai perang genosida terhadap Gaza pada 8 Oktober 2023 dengan dukungan Amerika Serikat. Perang yang berlangsung selama dua tahun itu menewaskan lebih dari 71.000 warga Palestina dan melukai sekitar 171.000 orang, sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak. Sekitar 90 persen infrastruktur sipil hancur, sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan biaya rekonstruksi mencapai 70 miliar dolar AS.

Perang tersebut berakhir dengan kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, namun 'Israel' berulang kali melanggarnya melalui pengeboman, tembakan, dan operasi militer darat, yang menyebabkan ratusan warga Palestina kembali gugur dan terluka. (zarahamala/arrahmah.id)

HeadlinehamasPalestinabrigade al-qassamkomandanshalat gaib