CARACAS (Arrahmah.id) - Kedutaan Besar Rusia di Caracas pada Senin (5/1/2026).mengeluarkan peringatan perjalanan, mendesak warganya untuk menghindari perjalanan ke Venezuela "kecuali benar-benar diperlukan."
Peringatan tersebut, yang diposting di Pusat Situasi dan Krisis Kementerian Luar Negeri Rusia, menyatakan bahwa mereka "sangat menyarankan" untuk tidak bepergian ke negara Amerika Selatan tersebut "sehubungan dengan agresi bersenjata AS terhadap Venezuela dan ancaman serangan lebih lanjut."
Hal ini terjadi setelah AS melancarkan operasi "skala besar" terhadap Venezuela pada Sabtu, menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang diterbangkan ke AS untuk menghadapi dakwaan pidana di pengadilan di New York, lansir Anadolu.
Sekitar 80 orang tewas dalam serangan AS tersebut, lapor New York Times, mengutip pejabat Venezuela.
Maduro dan Flores ditahan di Pusat Penahanan Metropolitan di Brooklyn. Mereka menghadapi dakwaan federal AS terkait perdagangan narkoba dan dugaan kerja sama dengan geng yang ditetapkan sebagai organisasi teroris.
Maduro telah membantah tuduhan tersebut, dan para pejabat di ibu kota Venezuela, Caracas, telah menyerukan pembebasan pasangan tersebut.
Pada Sabtu, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa Moskow, mengingat penangkapan Maduro dan Flores, "sangat" mendesak Washington untuk "mempertimbangkan kembali posisi ini dan membebaskan presiden terpilih yang sah dari negara berdaulat dan istrinya." (haninmazaya/arrahmah.id)
