Memuat...

IIA Luncurkan Serangan Balasan ke Pakistan, Ketegangan Memanas di Bulan Ramadhan

Hanoum
Jumat, 27 Februari 2026 / 10 Ramadan 1447 07:27
IIA Luncurkan Serangan Balasan ke Pakistan, Ketegangan Memanas di Bulan Ramadhan
IIA klaim telah melancarkan serangan besar ke Pakistan. [Foto: AMU TV]

KABUL (Arrahmah.id) -- Pemerintahan Taliban atau Imarah Islam Afghanistan (IIA) mengumumkan telah melancarkan serangan di bulan Ramadhan ke wilayah Pakistan sebagai aksi balasan, menandai eskalasi terbaru konflik lintas batas yang selama ini memicu ketegangan serius antara kedua negara bertetangga tersebut.

Kementerian Pertahanan IAA menyatakan, seperti dilansir Al Jazeera (26/2/2026), bahwa pihaknya melakukan serangan terhadap sejumlah target di wilayah Pakistan yang disebut sebagai sumber ancaman keamanan. Aksi ini diklaim sebagai respons atas operasi militer Islamabad yang sebelumnya menyerang area di dalam wilayah Afghanistan. Langkah tersebut memperlihatkan peningkatan konfrontasi terbuka antara Kabul dan Islamabad setelah berbulan-bulan saling tuding terkait keberadaan kelompok militan di sepanjang perbatasan.

Laporan Al Jazeera menyebutkan bahwa otoritas IIA menegaskan serangan dilakukan terhadap pusat dan lokasi yang digunakan untuk merencanakan serta mengoordinasikan serangan terhadap Afghanistan. Di sisi lain, pemerintah Pakistan berulang kali menuduh kelompok militan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) berlindung di wilayah Afghanistan, tuduhan yang terus dibantah oleh Kabul.

Hubungan kedua negara memang terus memburuk sejak meningkatnya serangan di wilayah barat laut Pakistan. Islamabad bahkan beberapa kali melayangkan protes diplomatik setelah serangan besar terhadap pasukan keamanannya yang dikaitkan dengan kelompok militan yang beroperasi dari perbatasan Afghanistan.

Sejumlah media internasional juga menyoroti bahwa bentrokan lintas batas, serangan udara, hingga baku tembak artileri telah menjadi pola berulang dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini memperburuk situasi keamanan regional dan memicu kekhawatiran akan konflik yang lebih luas di kawasan Asia Selatan.

Pengamat keamanan menilai aksi balasan TIIA menunjukkan perubahan pendekatan Kabul yang kini lebih berani merespons tekanan militer Pakistan secara langsung. Namun, langkah tersebut juga berisiko memicu siklus eskalasi baru di perbatasan yang selama ini menjadi salah satu wilayah paling tidak stabil di kawasan.

Sementara itu, hingga kini belum ada laporan rinci mengenai jumlah korban dari kedua pihak akibat serangan terbaru tersebut. Kedua negara juga belum mengumumkan adanya upaya diplomatik lanjutan untuk meredakan ketegangan.

Eskalasi ini menambah panjang daftar konflik perbatasan Afghanistan–Pakistan dan memperkuat kekhawatiran komunitas internasional bahwa rivalitas keamanan kedua negara dapat berkembang menjadi konfrontasi yang lebih luas jika tidak segera dikendalikan melalui jalur diplomasi. (hanoum/arrahmah.id)