Memuat...

Santri Tahfidz Qur'an di Bogor Ditemukan Polisi Usai Kabur dari Pesantren karena Rindu Orang Tua

Ameera
Sabtu, 15 November 2025 / 25 Jumadilawal 1447 11:07
Santri Tahfidz Qur'an di Bogor Ditemukan Polisi Usai Kabur dari Pesantren karena Rindu Orang Tua
Santri Tahfidz Qur'an di Bogor Ditemukan Polisi Usai Kabur dari Pesantren karena Rindu Orang Tua

BOGOR (Arrahmah.id) — Seorang anak laki-laki ditemukan oleh polisi di wilayah Desa Jabon Mekar, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, pada Kamis (13/11/2025).

Setelah dilakukan pendataan, diketahui bahwa anak tersebut merupakan seorang santri yang kabur dari pondok pesantren karena rindu orang tuanya.

Kapolsek Parung, Kompol Maman Firmansyah, menjelaskan bahwa keberadaan anak itu berawal dari laporan warga. Polisi kemudian turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi sang anak.

"Menindaklanjuti informasi itu, Bhabinkamtibmas Desa Jabon Mekar bersama Babinsa segera menuju lokasi dan membawa anak tersebut ke Mapolsek Parung untuk pendataan," ujar Maman, Sabtu (15/11/2025).

Saat dimintai keterangan, anak tersebut hanya mengetahui nama kedua orang tuanya, namun tidak mengetahui alamat rumah secara lengkap. Hingga malam hari, polisi belum menemukan identitas keluarganya.

"Karena hingga malam hari belum ditemukan identitas keluarganya, anak untuk sementara diinapkan oleh salah satu keluarga besar Polsek Parung demi keamanan dan kenyamanan," kata Maman.

Upaya pencarian keluarga anak itu dilakukan kembali pada Jumat (14/11). Selama proses tersebut, polisi memberikan pendampingan, mengajak sang anak bermain, serta memastikan kondisinya tetap tenang.

Tak lama kemudian, seorang Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) bernama Deni menghubungi pihak kepolisian setelah melihat informasi mengenai anak tersebut di media sosial.

Deni memberikan petunjuk bahwa anak itu adalah salah satu santri yang mondok di sebuah pesantren di wilayah Tajurhalang.

Berbekal informasi tersebut, polisi mengantar sang anak ke pondok pesantren yang dimaksud. Sesampainya di lokasi, orang tuanya sudah menunggu dengan penuh kekhawatiran.

Dari hasil keterangan pihak pesantren, diketahui bahwa anak tersebut meninggalkan pondok usai salat Asar pada Kamis sore.

"Berdasarkan keterangan dari pihak pondok, anak meninggalkan pesantren pada Kamis setelah salat Asar karena rindu kepada orang tuanya. Anak baru satu minggu menjalani pendidikan Tahfidz Al-Qur'an di tempat tersebut," jelas Maman.

Kini anak tersebut telah kembali bersama keluarganya, dan pihak kepolisian memastikan kondisi sang anak dalam keadaan baik.

(ameera/arrahmah.id)