Memuat...

Saudi - Iran Bertemu Empat Mata, Ada Agenda Apa?

Hanoum
Kamis, 10 Juli 2025 / 15 Muharam 1447 04:26
Saudi - Iran Bertemu Empat Mata, Ada Agenda Apa?
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengadakan pertemuan penting dengan Khalid bin Salman, Menteri Pertahanan Saudi, di Arab Saudi. [Foto: SPA]

RIYADH (Arrahmah.id) -- Arab Saudi dan Iran dilaporkan mengadakan pembicaraan. Pertemuan bahkan dilakukan antara penguasa de facto, Pangeran Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Hal ini terjadi dua pekan setelah gencatan senjata antara rival regional Iran dan 'Israel' dimulai. MBS berharap gencatan senjata akan berkontribusi pada stabilitas regional dan menekankan posisi Riyadh dalam mendukung dialog untuk menyelesaikan perselisihan.

"Kami menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Riyadh," kata Araghchi merujuk kecaman Arab Saudi atas serangan 'Israel' terhadap Iran bulan lalu, dikutip AFP (9/7/2025).

Sebelumnya, 'Israel' melancarkan kampanye pengeboman yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Iran pada 13 Juni. 'Israel' menargetkan fasilitas militer dan nuklir serta kawasan permukiman.

Serangan 'Israel' tersebut menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk komandan militer senior dan ilmuwan nuklir. Iran sendiri menembakkan gelombang pesawat tak berawak (drone) dan rudal, yang menurut otoritas Israel menewaskan sedikitnya 28 orang.

Amerika Serikat (AS) pun melancarkan serangannya sendiri terhadap Iran pada 22 Juni, yang menargetkan beberapa lokasi nuklir. Ini kemudian ditutup dengan gencatan senjata antara Iran dan 'Israel' sejak 24 Juni.

Perlu diketahui, Iran, dengan mayoritas Syiah, dan Arab Saudi yang mayoritas muslim sering berada di pihak yang berseberangan dalam konflik regional, termasuk di Suriah dan Yaman.

Kedua negara besar regional tersebut memutuskan hubungan diplomatik pada tahun 2016 sebelum memulihkannya pada tahun 2023 berdasarkan kesepakatan pemulihan hubungan yang ditengahi oleh Cina.

Hal ini merupakan pencapaian diplomatik bagi MBS. Ia dianggap mengambil pendekatan yang lebih lunak terhadap diplomasi regional dalam beberapa tahun terakhir.

Arab Saudi mengecam serangan 'Israel' terhadap Iran bulan lalu, menyebutnya sebagai "agresi" dan "pelanggaran nyata terhadap hukum internasional". Riyadh juga menyatakan "keprihatinan besar" menyusul serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan Araghchi telah mengadakan "percakapan yang bermanfaat" dengan MBS. Saat pembicaraan terjadi, turut hadir pula Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan dan Menteri Pertahanan Pangeran Khaled bin Salman. (hanoum/arrahmah.id)