HERAT (Arrahmah.id) -- Otoritas Taliban atau Imarah Islam Afghanistan (IIA) di Herat mewisuda 160 orang pecandu narkotika yang telah berhasil melalui program menghafal Al Quran dan mempelajari Islam.
Dilansir The Kabul Times (1/1/2026), acara ini merupakan terobosan baru yang dilakukan IIA bagi para pecandu agar mereka dapat pulih dari kecanduan mereka.
Dalam program baru tersebut, IIA meramu program yang meintegrasikan spiritual dengan perawatan medis.
Pecandu yang berjumlah 160 individu ini selain mempelajari dan menghafal Al-Quran, mereka juga belajar ilmu Tajwid dan menyelesaikan pendidikan agama yang penting.
Penyelenggara program percaya bahwa menghafal teks-teks Al Quran dapat membantu penyembuhan secara kognitif dan spiritual. Pemberian ilmu agama memberi mereka kompas internal yang hilang selama bertahun-tahun kecanduan.
Pendekatan holistik ini telah menghasilkan rasa stabilitas intelektual, moral, dan spiritual yang baru, memastikan bahwa kekosongan yang sering ditinggalkan setelah penggunaan narkoba diisi dengan tujuan dan keyakinan.
Dampak dari transformasi ini paling terasa di dalam rumah. Selama bertahun-tahun, keluarga para pecandu ini hidup dalam keadaan trauma psikologis dan finansial yang konstan. Hari ini, keluarga-keluarga yang sama berbicara tentang kerabat mereka yang kembali dengan rasa bangga yang dulunya tak terbayangkan.
Menurut anggota keluarga, perubahannya sangat mendalam. Orang-orang terkasih mereka tidak lagi menjadi sumber rasa malu atau beban ekonomi; sebaliknya, mereka telah kembali sebagai pencari nafkah yang bertanggung jawab.
Hampir semua lulusan ini sekarang mencari nafkah yang jujur dan halal untuk menghidupi rumah tangga mereka. Pergeseran ini tidak hanya meningkatkan kondisi ekonomi keluarga-keluarga ini, tetapi juga mengembalikan rasa martabat dan kedamaian psikologis dalam lingkungan rumah tangga.
Kembalinya seorang ayah, putra, atau saudara laki-laki sebagai anggota keluarga yang sehat dan produktif dirayakan sebagai kemenangan kolektif bagi komunitas.
Aktivis sosial dan profesional kesehatan di Afghanistan menekankan bahwa model Afghanistan dalam rehabilitasi -menggabungkan perawatan medis dengan pelatihan keagamaan, dukungan psikologis, dan keterampilan kejuruan- adalah kunci untuk mencegah kekambuhan. Mereka berpendapat bahwa kecanduan adalah penyakit multifaset yang membutuhkan pengobatan multifaset.
Para ahli medis mencatat bahwa detoksifikasi hanya membersihkan tubuh, utnuk membersihkan oikiran butuh pendidikan agama dan moral. Sistem jalur ganda ini membantu mengurangi tingkat kejahatan, karena banyak pecandu sebelumnya beralih ke pencurian kecil-kecilan atau perdagangan narkoba untuk membiayai kebiasaan mereka.
Para pejabat menekankan bahwa keberhasilan di Herat bukanlah insiden yang terisolasi. Ini adalah kampanye nasional yang mencakup setiap provinsi, dari jalanan Kabul yang ramai hingga pelosok terpencil negara ini. Ribuan pecandu telah menjalani perawatan serupa, dan ribuan lainnya saat ini sedang dalam proses pemulihan. (hanoum/arrahmah.id)
