JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemerintah RI dan Rabithah Alam al Islami (Ikatan Islam se-Dunia) yang merupakan organisasi non-pemerintah (NGO) yang berpusat di Mekkah, Arab Saudi, berencana menyelenggarakan konferensi penerangan Islam internasional. Rencananya, "Muktamar al Ilam al Islami" itu direncanakan digelar di Jakarta pada minggu kedua, September 2011.
Demikian ungkap Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Bahrul Hayat kepada pers seusai menandatangani MoU dengan Rabithah Alam al Islami atau "The Muslim World League" di Jakarta, Senin (13/6/2011).
Konferensi Penerangan Islam internasional yang pertama pernah diselenggarakan di Jakarta tahun 80-an. Pada konferensi kali ini akan lebih membahas mengenai peran media yang sangat penting dalam era globalisasi, khususnya bagi dunia Islam.
"Media telah memberi kontribusi bagi perkembangan yang terjadi di dunia Islam," ujar Bahrul. Ia juga mengatakan bahwa tema konferensi tersebut adalah tentang media dan teknologi informasi di dunia Islam, mencari solusi negara-negara Islam menghadapi perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi.
Bahrul menambahkan bahwa tema ini akan difinalkan pada minggu kedua pertemuan dengan Rabithah. Pihaknya berharap, media dapat membantu pengembangan informasi di negara-negara Islam yang miskin. "Bagaimana posisi negara-negara miskin dalam menghadapi ICT (Information and communications technology)," katanya.
Konferensi penerangan Islam internasional tersebut akan diikuti menteri-menteri komunikasi di negara-negara Islam serta para pakar komunikasi atau ahli media internasional dari negara Islam.
Selain itu diharapkan forum berskala internasional tersebut dapat diselenggarakan secara rutin secara periodik. Bagi pemerintah RI kegiatan ini merupakan bagian dari mengajak dunia melihat konstelasi media di negara-negara Islam, dan ini juga peluang untuk membuktikan bahwa Indonesia menjadi salah satu pusat peradaban Islam di dunia.
Sementara itu, Direktur Utama Media dan Relasi Rabithah Alam al Islami Hassan Al Ahdal mengatakan, Indonesia mempunyai peran strategis di mata dunia internasional, terutama untuk memberikan wajah Islam yang sebenarnya.
"Apalagi Indonesia adalah negara dengan populasi penduduk Muslim terbesar. RI dan MWL berkomitmen kampanyekan Islam agama damai," katanya.
Ia mengungkapkan bahwa media mempunyai peran vital dalam penyebaran informasi. Media-media di negara Islam dituntut memberikan informasi akurat dan benar tentang wajah Islam yang sebenarnya. Informasi itu akan dapat mengikis opini Barat yang selama ini memberikan stigma buruk terhadap Islam. (rep/rasularasy/arrahmah.com)
