Memuat...

Setelah Pasukan Kurdi Mundur, Tentara Suriah Dikerahkan di Deir Azzur

Hanin Mazaya
Senin, 19 Januari 2026 / 1 Syakban 1447 18:15
Setelah Pasukan Kurdi Mundur, Tentara Suriah Dikerahkan di Deir Azzur
(Foto: AFP)

DEIR AZZUR (Arrahmah.id) - Pada Senin (19/1/2026), tentara Suriah mengerahkan pasukannya di beberapa bagian provinsi Deir Azzur timur yang sebelumnya dikuasai oleh pasukan Kurdi setelah penarikan mereka dari daerah tersebut.

Setelah dua hari kemajuan pesat di wilayah yang dikuasai Kurdi, Presiden Suriah Ahmad Asy Syaraa mengumumkan pada Ahad (18/1) kesepakatan dengan pemimpin mereka Mazloum Abdi yang mencakup gencatan senjata dan integrasi pemerintahan dan pasukan Kurdi ke dalam negara pusat, lansir AFP.

Serangan pemerintah merebut daerah-daerah mayoritas Arab yang berada di bawah kendali Kurdi selama pertempuran melawan kelompok Daesh.

Di Deir Azzur, seorang koresponden AFP melihat puluhan kendaraan militer menuju ke timur sungai Eufrat, yang dulunya memisahkan daerah-daerah yang dikuasai Damaskus di barat dari Pasukan Demokratik Suriah yang didukung AS dan dipimpin Kurdi di timur.

Antrean mobil, truk, dan sepeda motor terbentuk di depan sebuah jembatan kecil yang menuju ke tepi timur.

Beberapa orang juga menuju ke sana dengan berjalan kaki.

“Kegembiraan kami atas pembebasan tak terlukiskan,” kata Mohammed Khalil, seorang pengemudi berusia 50 tahun di Deir Azzur, kepada AFP.

“Kami berharap keadaan akan lebih baik dari sebelumnya. Tidak ada kebebasan di bawah SDF.”

Safia Keddo, seorang guru berusia 49 tahun, mengatakan kepada AFP, “beberapa tahun terakhir, tetapi hari ini kita harus membuka lembaran baru.”

“Kami ingin anak-anak kembali ke sekolah tanpa rasa takut, dan agar listrik, air, dan roti dipulihkan. Kami tidak meminta keajaiban; kami hanya menginginkan stabilitas dan kehidupan normal.”

Tentara Suriah mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka “memulai pengerahan” ke wilayah Jazira timur “untuk mengamankannya berdasarkan perjanjian antara negara Suriah dan SDF.”

Perjanjian tersebut menyerukan penyerahan segera provinsi Raqqa dan Deir Azzur yang mayoritas penduduknya Arab.

SDF mengumumkan pada Ahad bahwa mereka menarik diri dari wilayah yang dikuasainya di pedesaan Deir Azzur timur, termasuk ladang minyak Al-Omar dan Tanak.

Para pejuang lokal dari suku-suku di provinsi mayoritas Arab tersebut berpihak pada Damaskus dan menguasai wilayah-wilayah ini sebelum kedatangan pasukan pemerintah.

Beberapa suku Arab sebelumnya bersekutu dengan SDF, yang memiliki komponen Arab yang signifikan di jajarannya.

SDF telah menguasai sebagian Deir Azzur setelah mengalahkan kelompok Daesh dengan dukungan koalisi internasional yang dipimpin oleh Amerika Serikat. (haninmazaya/arrahmah.id)

Suriahkurdidamaskusdeir azzurSDF