HASAKAH (Arrahmah.id) -- Pemerintah Suriah telah mengambil alih kontrol atas penjara dan kamp penampungan Al-Hol yang sebelumnya dikelola oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF), termasuk fasilitas yang menahan ribuan anggota dan keluarga kelompok militan Islamic State (ISIS).
Menurut pernyataan resmi Kementerian Dalam Negeri Suriah, seperti dilansir Anadolu Agency (21/1/2026), langkah ini dilakukan setelah penarikan pasukan SDF dari kamp dan sejumlah penjara ISIS di Provinsi Hasakah serta wilayah sekitarnya.
Pemerintah Damaskus menyebutkan bahwa mereka kini menyelesaikan pencarian tahanan yang melarikan diri, sekaligus mengamankan kawasan tersebut sebagai “zona keamanan terbatas.”
Pihak berwenang menjelaskan bahwa penahanan anggota ISIS tetap menjadi prioritas, dan militer Suriah siap untuk melanjutkan penahanan mereka di bawah otoritas pemerintah, termasuk kerja sama potensial dengan mitra internasional untuk mencegah kebangkitan kembali kelompok militan tersebut.
Namun demikian, pejabat Suriah juga mengatakan bahwa sebagian tahanan non-terorisme — termasuk mereka yang ditahan karena pelanggaran pidana biasa atau dianggap sebagai tahanan politik — dipertimbangkan untuk dibebaskan, sesuai dengan hukum dan kebijakan nasional yang berlaku guna mengatasi ketidakadilan dalam sistem penahanan selama konflik berkepanjangan.
Al-Hol merupakan kamp terbesar yang menampung puluhan ribu warga — terutama perempuan dan anak yang terkait dengan anggota ISIS — dan telah menjadi sorotan internasional karena kondisi kehidupan yang buruk serta risiko radikalisasi di dalam kamp.
Dengan mundurnya SDF, pemerintah Suriah sekarang secara bertahap menerapkan rencana untuk mengatur kembali pengawasan dan keamanan fasilitas tersebut.
Pengambilalihan ini terjadi setelah eskalasi ketegangan antara pemerintah Suriah dan SDF, yang pernah menjadi sekutu utama koalisi internasional dalam perang melawan ISIS.
Peralihan kontrol penjara dan kamp tersebut merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata dan upaya reintegrasi wilayah ke dalam pemerintahan pusat.
Sementara itu, militer AS telah memulai pemindahan sejumlah tahanan ISIS dari kamp dan penjara di Suriah ke fasilitas di Irak, sebagai upaya menjaga keamanan sekaligus mencegah pelarian massal tahanan yang berpotensi memperparah ancaman terorisme di kawasan. (hanoum/arrahmah.id)
