Memuat...

Iran Targetkan Perusahaan Raksasa Teknologi AS di Teluk, Karyawan Diminta Segera Mengungsi

Zarah Amala
Selasa, 17 Maret 2026 / 28 Ramadan 1447 09:12
Iran Targetkan Perusahaan Raksasa Teknologi AS di Teluk, Karyawan Diminta Segera Mengungsi
Kepulan asap membubung dari kebakaran yang masih berlangsung di dekat Bandara Internasional Dubai (AFP)

DUBAI (Arrahmah.id) - Eskalasi perang antara Iran dan aliansi AS-'Israel' memasuki fase yang sangat mengkhawatirkan pada hari ke-17 (16/3/2026). Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan ancaman terbuka untuk menyerang pabrik dan perusahaan Amerika Serikat di negara-negara Teluk dalam beberapa jam ke depan. Melalui kantor berita Tasnim, IRGC mendesak seluruh karyawan dan penduduk di sekitar lokasi tersebut untuk segera mengungsi demi keselamatan mereka.

Daftar target potensial yang dirilis mencakup kantor-kantor raksasa teknologi dunia seperti Amazon, Google, Microsoft, dan Nvidia. Ancaman ini bukan sekadar gertakan, mengingat pada hari yang sama, serangkaian serangan pesawat tak berawak (drone) dan rudal Iran telah menghantam beberapa titik vital di Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi.

Sebuah drone Iran menghantam tangki bahan bakar di dekat Bandara Internasional Dubai, memicu kebakaran besar dan mengganggu jadwal penerbangan internasional. Seorang warga sipil dilaporkan tewas di daerah Al Bahya, Abu Dhabi, setelah sebuah rudal menghantam sebuah kendaraan.

Kebakaran terjadi di infrastruktur minyak di Fujeirah serta ladang minyak Shah di Abu Dhabi, yang memproduksi sekitar 70.000 barel per hari, akibat serangan drone.

Qatar mengutuk keras serangan yang melanggar kedaulatan UEA tersebut dan menyerukan penghentian segera tindakan yang merusak stabilitas kawasan. Sementara itu, Arab Saudi mengeklaim telah berhasil mencegat lebih dari 60 drone yang memasuki wilayah udaranya.

Sirine bahaya meraung di seluruh Bahrain, dengan instruksi dari Kementerian Dalam Negeri agar warga mencari tempat perlindungan yang aman akibat ancaman serangan udara.

Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan Resolusi 2817 yang mengutuk serangan Iran terhadap negara-negara di kawasan tersebut. Qatar menyambut baik resolusi ini sebagai bentuk penghormatan terhadap kedaulatan negara dan penolakan terhadap penargetan warga sipil serta fasilitas vital. Iran bersikeras bahwa serangan ini adalah balasan atas agresi gabungan AS-Israel yang dimulai sejak 28 Februari lalu. (zarahamala/arrahmah.id)