Memuat...

Survey Reuters: Mayoritas Warga Amerika Dukung Pengakuan AS terhadap Negara Palestina

Zarah Amala
Kamis, 23 Oktober 2025 / 2 Jumadilawal 1447 11:50
Survey Reuters: Mayoritas Warga Amerika Dukung Pengakuan AS terhadap Negara Palestina
Demonstran menghadiri protes pro-Palestina pada hari peringatan dua tahun serangan Hamas terhadap 'Israel', di New York City, AS, 7 Oktober 2025. REUTERS/Shannon Stapleton

GAZA (Arrahmah.id) - Mayoritas warga Amerika Serikat berpendapat bahwa Washington seharusnya mengakui kenegaraan Palestina, menurut hasil jajak pendapat Reuters/Ipsos terbaru.

Survei tersebut menunjukkan bahwa 59 persen responden mendukung pengakuan resmi AS terhadap negara Palestina. Dukungan ini datang dari 80 persen pendukung Partai Demokrat dan 41 persen dari Partai Republik, sementara 33 persen menolak dan sisanya tidak memberikan jawaban atau belum yakin, demikian laporan Reuters pada Rabu (22/10/2025).

Selain itu, 60 persen responden menilai respons militer 'Israel' di Gaza “terlalu berlebihan”, berbanding dengan 32 persen yang tidak sependapat. Dalam dua tahun terakhir, serangan 'Israel' di Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 68.000 warga Palestina.

Laporan tersebut juga mencatat kenaikan tingkat kepuasan publik terhadap kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump, yakni 38 persen, meningkat dari 33 persen pada survei sebelumnya yang dilakukan awal bulan ini, sebelum perjanjian gencatan senjata yang ditengahi AS tercapai.

Sekitar 51 persen responden menilai Trump layak mendapat “penghargaan besar” jika upaya perdamaian berhasil, sementara 42 persen tidak setuju.

Namun, hanya 1 dari 20 pendukung Demokrat yang menyatakan puas terhadap kinerja Trump secara keseluruhan sebagai presiden, dan 1 dari 4 di antara mereka menganggap Trump pantas mendapat pujian jika gencatan senjata bertahan.

Pelanggaran Gencatan Senjata

Pada 10 Oktober, gencatan senjata mulai berlaku berdasarkan rencana yang diumumkan Presiden Trump, mencakup penarikan bertahap pasukan 'Israel', pertukaran tahanan, serta pembukaan akses bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Namun menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, 'Israel' telah membunuh hampir 100 warga Palestina dan melukai 230 lainnya dalam 80 pelanggaran gencatan senjata.

Kantor tersebut juga melaporkan bahwa sejak gencatan senjata dimulai, hanya 986 truk bantuan yang berhasil masuk ke Gaza, jauh di bawah target 6.600 truk.

“Rata-rata harian hanya 89 truk, padahal dibutuhkan 600. Jumlah ini mencakup hanya 14 truk gas memasak dan 28 truk solar,” tulis pernyataan resmi, menuding Israel masih menerapkan politik pengepungan dan pemerasan kemanusiaan terhadap penduduk Gaza. (zarahamala/arrahmah.id)