PAPUA NUGINI (Arrahmah.id) — Sedikitnya 20 orang dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya masih dikhawatirkan terjebak setelah tanah longsor melanda sebuah desa di Provinsi Enga, Papua Nugini, pada Kamis (30/10). Kabar tersebut disampaikan oleh media pemerintah Papua Nugini, Jumat (31/10).
Peristiwa tragis ini terjadi di desa kecil Kukas, yang terletak di Lembah Minamb, Distrik Wapenmanda.
Menurut laporan Lembaga Penyiaran Nasional Papua Nugini (NBC PNG), tanah longsor melanda kawasan pemukiman warga secara tiba-tiba, menyebabkan kerusakan parah pada rumah-rumah dan memutus akses jalan menuju desa.
Lasro Mola Panga, Ketua Yayasan Perdamaian dan Keamanan Lembah Minamb, mengungkapkan bahwa penduduk setempat segera meluncurkan operasi penyelamatan darurat.
Hingga saat ini, tim relawan dan warga berhasil menemukan sedikitnya 20 jenazah dari lokasi kejadian.
"Operasi pencarian masih terus berlangsung. Kami belum mengetahui jumlah pasti korban jiwa dalam tragedi ini, dan kemungkinan angka kematian akan terus bertambah seiring dengan proses evakuasi yang dilakukan," ujar Lasro.
Kondisi geografis yang bergunung dan curah hujan tinggi diduga menjadi faktor utama terjadinya longsor di wilayah tersebut. Upaya penyelamatan menghadapi tantangan besar akibat medan yang sulit dan minimnya peralatan berat.
Provinsi Enga sendiri sebelumnya juga dilanda bencana serupa. Pada Mei 2024, wilayah Mullitaka di provinsi yang sama mengalami tanah longsor besar yang menewaskan sedikitnya 670 orang, menjadikannya salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah Papua Nugini.
Pemerintah setempat bersama lembaga kemanusiaan kini tengah berkoordinasi untuk mengirim bantuan darurat, termasuk makanan, obat-obatan, dan tempat penampungan bagi warga yang selamat namun kehilangan tempat tinggal.
(ameera/arrahmah.id)
