GAZA (Arrahmah.id) -- Sejumlah truk yang mengangkut bantuan kemanusiaan mulai memasuki Gaza, Palestina, melalui Rafah yang bertabrakan dengan Mesir pada Ahad (12/10/2025). Pengiriman bantuan akan ditambah seiring gencatan senjata antara kelmpok perlawanan Palestina Hamas dan 'Israel'.
Seperti dilansir Al Jazeera (12/10), berdasarkan ketentuan gencatan senjata dan kesepakatan pelepasan sandera, jumlah bantuan yang masuk ke Gaza akan ditingkatkan. Tetapi, Program Pangan Dunia (WFP) mengatakan hanya dua hingga tiga truk yang memasuki wilayah tersebut setiap hari hingga Sabtu lalu.
WFP mengatakan hanya dua hingga tiga truk yang memasuki wilayah tersebut setiap hari hingga Sabtu lalu.
Belum jelas berapa banyak truk yang memasuki Gaza selatan sejak gencatan senjata di wilayah Palestina terjadi pada hari Jumat.
Sementara itu, Al Jazeera melaporkan truk-truk yang mengangkut bantuan telah memasuki perlintasan Karem Abu Salem atau yang dikenal sebagai Kerem Shalom oleh orang Israel dan al-Awja (Nitzana) untuk diperiksa sebelum memasuki Jalur Gaza.
Selain itu, buldoser juga mulai membersihkan puing-puing gedung yang hancur dibom 'Israel' di Kota Gaza. Buldoser mulai membersihkan puing-puing agar para pengungsi yang kembali dapat mencapai sisa-sisa rumah mereka.
Ali al-Attar, seorang operator buldoser, mengatakan tingkat kerusakan yang dia saksikan di Gaza 'sungguh di luar pemahaman'.
"Hanya membuka jalan saja akan memakan waktu setidaknya satu bulan, hanya agar orang-orang dapat mengakses area tersebut," katanya.
Dia mengatakan buldoser yang ada juga dalam kondisi buruk. Dia berharap ada bantuan alat berat agar pekerjaan bisa cepat selesai.
"Buldoser-buldoser itu dalam kondisi buruk. Buldoser yang saya gunakan bocor oli dan membutuhkan perbaikan besar. Sejujurnya, kami membutuhkan 20 kali lipat jumlah buldoser yang kami miliki," ujarnya.
Pihak yang berwenang di Gaza mengatakan citra udara terbaru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukkan sekitar 41.000 unit rumah telah hancur di Kota Gaza saja. Ini berarti ada lebih dari 8 juta meter kubik (283 juta kaki kubik) puing. (hanoum/arrahmah.id)
