Memuat...

Trump Klaim AS Serang Venezuela dan Tangkap Presiden Maduro Beserta Istrinya

Samir Musa
Sabtu, 3 Januari 2026 / 14 Rajab 1447 18:27
Trump Klaim AS Serang Venezuela dan Tangkap Presiden Maduro Beserta Istrinya
Trump Klaim AS Serang Venezuela dan Tangkap Presiden Maduro Beserta Istrinya

VENEZUELA  (Arrahmah.id) — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa negaranya telah melancarkan serangan militer terhadap Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, sebelum kemudian menerbangkan keduanya ke luar negeri.

Dalam pernyataannya, Trump mengatakan bahwa “Amerika Serikat telah melakukan serangan terhadap Venezuela, menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, lalu memindahkan mereka melalui jalur udara ke luar Venezuela.” Ia menegaskan bahwa operasi tersebut berlangsung “dengan sukses”.

Hingga laporan ini diturunkan, pemerintah Venezuela belum mengeluarkan tanggapan resmi atas klaim Trump tersebut.

Media Amerika, CBS News, melaporkan bahwa penangkapan Maduro dilakukan oleh pasukan elite Delta Force. Sementara itu, surat kabar The New York Times mengutip pernyataan Trump yang menyebut bahwa serangan terhadap Venezuela merupakan hasil dari “perencanaan yang matang”.

Sebelumnya, koresponden Al Jazeera melaporkan mendengar suara pesawat tempur dan ledakan keras di ibu kota Venezuela, Caracas. Asap tebal terlihat membubung dari berbagai titik di kota tersebut, dengan ledakan terjadi di beberapa kawasan yang berjauhan.

Kantor berita Associated Press menyebutkan bahwa sedikitnya tujuh ledakan terdengar di Caracas. Media lokal Venezuela juga melaporkan adanya ledakan di Pelabuhan La Guaira di negara bagian Vargas—pelabuhan laut terbesar Venezuela—serta di wilayah pesisir dan kota Higuerote.

Serangan tersebut dilaporkan turut menyasar Bandara Higuerote, Pangkalan Udara La Carlota, serta kompleks militer Fuerte Tiuna.

Venezuela: Ini Agresi Terbesar AS

Menanggapi situasi tersebut, Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino López menyatakan bahwa negaranya tengah menghadapi serangan dan agresi terbesar dari Amerika Serikat.

“Venezuela sedang diserang oleh Amerika Serikat dalam agresi terbesar yang pernah kami alami. Namun rakyat kami tetap bersatu dan kami akan melawan untuk menghentikan agresi ini,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Venezuela tidak akan bernegosiasi atau mengorbankan kebebasan dan kedaulatannya. “Kami mengumumkan mobilisasi umum di jajaran angkatan bersenjata. Semua pihak akan melaksanakan instruksi panglima tertinggi, dan rakyat tidak boleh terprovokasi ke dalam kekacauan yang ingin diciptakan musuh,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Venezuela menyatakan bahwa Presiden Nicolas Maduro telah mengeluarkan keputusan untuk memberlakukan status darurat nasional dan memerintahkan pengerahan seluruh pasukan pertahanan rakyat ke berbagai wilayah negara.

Ia menilai serangan Amerika Serikat sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa serta ancaman serius bagi perdamaian dan stabilitas internasional. Menurutnya, setiap upaya untuk menggulingkan pemerintahan Venezuela akan gagal, sebagaimana kegagalan upaya-upaya sebelumnya.

Venezuela juga menuding Washington berada di balik serangan terhadap kawasan permukiman dan infrastruktur sipil. Pemerintah menegaskan haknya untuk melakukan pembelaan diri demi melindungi rakyat, wilayah, dan kedaulatan nasional, serta menilai tujuan utama agresi tersebut adalah menguasai kekayaan Venezuela, khususnya minyak dan gas.

Kecaman Negara Amerika Latin

Di tingkat regional, Presiden Kolombia Gustavo Petro menyerukan penyelenggaraan sidang darurat Dewan Keamanan PBB menyusul serangan terhadap Venezuela. Ia menyatakan keprihatinan atas laporan ledakan dan aktivitas udara militer yang tidak biasa yang memicu eskalasi ketegangan.

Sementara itu, Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel mengecam keras apa yang ia sebut sebagai “serangan kriminal” Amerika Serikat terhadap Venezuela.

Amerika Serikat sendiri diketahui telah meningkatkan tekanan terhadap Caracas dalam beberapa bulan terakhir dengan tuduhan bahwa Maduro memimpin jaringan besar perdagangan narkotika.

Sejak September lalu, militer AS dilaporkan telah melancarkan sekitar 30 serangan di Laut Karibia dan Samudra Pasifik timur terhadap kapal-kapal yang dicurigai terlibat dalam penyelundupan narkoba. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sekitar 107 orang.

Namun hingga kini, Washington belum menyampaikan bukti yang menunjukkan bahwa kapal-kapal yang diserang benar-benar membawa narkoba.

Pemerintah Venezuela menilai tuduhan tersebut sebagai dalih palsu untuk menjatuhkan Presiden Maduro dan menguasai sumber daya energi besar yang dimiliki negara itu.

(Samirmusa/arrahmah.id)

HeadlineAmerika Serikatvenezuela