Memuat...

Trump Teken Keputusan Eksekutif Cabut Sanksi atas Suriah, Kecuali untuk “Assad” dan Iran

Samir Musa
Selasa, 1 Juli 2025 / 6 Muharam 1447 12:16
Trump Teken Keputusan Eksekutif Cabut Sanksi atas Suriah, Kecuali untuk “Assad” dan Iran
Trump (kanan) dan Asy-Syaraa saat pertemuan mereka di Riyadh pada Mei 2025 (AFP)

WASHINGTON (Arrahmah.id) — Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk mencabut sebagian besar sanksi atas Suriah, demikian diumumkan Gedung Putih pada Senin (30/6/2025).

Menurut juru bicara Gedung Putih, Caroline Leavitt, keputusan tersebut akan mulai berlaku pada Selasa (1/7). Ia menjelaskan bahwa meskipun sanksi ekonomi umum dicabut, sanksi tetap diberlakukan terhadap “presiden terguling Suriah” Bashar al-Assad, para pembantunya, organisasi ISIS, serta pihak-pihak yang disebut sebagai “proxy Iran”.

Trump menyatakan bahwa pencabutan sanksi tersebut sejalan dengan kepentingan keamanan nasional dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat, serta mendukung Suriah yang stabil, bersatu, dan hidup damai dengan dirinya sendiri dan tetangganya.

Ia menyebut, langkah tersebut menghilangkan hambatan besar terhadap pemulihan ekonomi, dan menilai bahwa pemerintah baru Suriah di bawah kepemimpinan Presiden Ahmad Asy-Syaraa telah menunjukkan langkah-langkah positif menuju reformasi.

Trump juga menegaskan bahwa perintah eksekutif ini mencabut larangan ekspor atas sejumlah komoditas tertentu ke Suriah. “Suriah yang bersatu dan tidak menjadi tempat berlindung bagi organisasi teroris, serta menjamin keamanan komunitas minoritas, akan mendukung keamanan dan kemakmuran kawasan,” ungkap Trump. Ia menambahkan bahwa kondisi di Suriah telah berubah drastis dalam enam bulan terakhir.

Sebelumnya, Leavitt mengatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya mendorong stabilitas dan perdamaian jangka panjang di Suriah.

Menteri Luar Negeri Suriah, As’ad asy-Syibani (Getty)

Damaskus Sambut Positif

Di Damaskus, Menteri Luar Negeri Suriah As’ad asy-Syibani menyatakan bahwa pencabutan sanksi akan membuka jalan bagi Suriah untuk kembali berinteraksi dengan masyarakat internasional.

“Langkah ini membuka peluang dimulainya kembali proses rekonstruksi dan pembangunan yang telah lama dinantikan,” ujarnya.

Kembalinya Suriah ke Sistem Keuangan Global

Pejabat Kementerian Keuangan AS menyatakan bahwa keputusan Trump akan memungkinkan Suriah kembali ke sistem keuangan internasional. Dalam keterangannya, sejumlah pejabat menyebut bahwa perintah eksekutif ini juga merekomendasikan peninjauan kembali status Suriah sebagai “negara pendukung terorisme”.

Mereka menambahkan bahwa meskipun Caesar Act masih berlaku atas wewenang Kongres, keputusan eksekutif ini mempertimbangkan kriteria yang memungkinkan suspensi hukum tersebut. Selain itu, perintah tersebut juga mengarahkan Departemen Luar Negeri AS untuk mengambil langkah-langkah baru terkait klasifikasi Hai’ah Tahrir asy-Syam (HTS).

Lebih lanjut, keputusan ini juga secara resmi mengakhiri status darurat nasional atas Suriah yang telah diberlakukan sejak 2004, yang menjadi dasar bagi berbagai sanksi komprehensif terhadap Damaskus, termasuk terhadap bank sentralnya.

Pertemuan di Riyadh

Trump sebelumnya telah menyatakan niatnya untuk mencabut sanksi terhadap Suriah saat kunjungan ke Teluk pada Mei lalu. Dalam kunjungan itu, ia juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Ahmad Asy-Syaraa di Riyadh, dan menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya rekonstruksi pascaperang di Suriah.

Tak lama setelah itu, Departemen Keuangan AS menerbitkan lisensi umum yang memungkinkan transaksi keuangan terbatas dengan Suriah, serta membuka jalan bagi investasi dan aktivitas sektor swasta di negara tersebut.

Pada bulan yang sama, Uni Eropa juga mengumumkan pencabutan seluruh sanksi terhadap Suriah sebagai bentuk dukungan terhadap transisi politik dan rekonstruksi nasional.

Organisasi AS Sambut Baik Keputusan Trump

Organisasi Syrian Emergency Task Force yang berbasis di AS menyambut baik keputusan eksekutif Trump, dan menyebutnya sebagai “langkah historis” yang menandai dimulainya era baru hubungan antara AS dan Suriah.

Mereka menyatakan bahwa keputusan ini memperkuat komitmen AS dalam memerangi sisa-sisa Daulah Islamiyah (ISIS) dan membuka jalan menuju transisi demokratis di Suriah.

“Organisasi kami telah memainkan peran penting dalam mendorong lahirnya langkah bersejarah ini,” ujar pernyataan resmi organisasi tersebut.

(Samirmusa/arrahmah.id)