ISLAMABAD (Arrahmah.id) -- Militer Pakistan dan Taliban atau Imarah Islam Afghanistan (IIA) terlibat bentrokan sejak kemarin. Pakistan pun menutup perbatasan antara negaranya dengan IIA usai bentrokan yang menewaskan puluhan anggota militer itu i.
Dilansir Reuters (13/10/2025), pejabat Pakistan mengatakan pada Ahad (12/10) Pakistan telah menutup penyeberangan di sepanjang perbatasan dengan IIA. Perbatasan itu dikenal sebagai Garis Durand.
Perbatasan itu yang disengketakan kedua belah pihak. Perbatasan itu dibuat oleh Inggris pada 1893.
"Dua penyeberangan perbatasan utama dengan Afghanistan, di Torkham dan Chaman, dan setidaknya tiga penyeberangan kecil, di Kharlachi, Angoor Adda, dan Ghulam Khan, ditutup pada Ahad," kata para pejabat setempat.
Sebelumnya, IIA mengklaim telah menyerang pasukan Pakistan di beberapa lokasi pegunungan di perbatasan utara. Mereka juga mengklaim telah mengirimkan 58 personel militer Pakistan.
Dilaporkan BBC (12/10), seorang juru bicara IIA mengatakan 58 personel militer Pakistan itu tewas dalam apa yang disebut 'tindakan penyelesaian'. IIA mengklaim Pakistan telah melintasi wilayah udara Afghanistan dan mengebom sebuah pasar di dalam perbatasannya pada Kamis lalu.
Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi mengatakan serangan IIA itu dilakukan 'tanpa hasutan' dari kegagalan. Dia juga mengklaim ada warga sipil yang ditembaki. Pakistan memperingatkan pasukannya akan membalas 'dengan batu untuk setiap batu bata'.
Sementara itu, Islamabad menuduh Kabul menyembunyikan teroris yang menargetkan Pakistan.
Pekan lalu, pemerintah IIA menuduh Pakistan melanggar 'wilayah' Kabul, ketika dua ledakan keras terdengar di kota itu pada Kamis malam. Pakistan mengebom sebuah pasar sipil di provinsi perbatasan Paktika, di tenggara Afghanistan, kata Kementerian Pertahanan IIA. Penduduk setempat di sana mengatakan kepada BBC Afghanistan bahwa sejumlah toko telah dihancurkan. (hanoum/arrahmah.id)
