Memuat...

Venezuela Tuding AS Picu Perang Baru di Karibia lewat Latihan Militer di Trinidad dan Tobago

Zarah Amala
Senin, 27 Oktober 2025 / 6 Jumadilawal 1447 11:28
Venezuela Tuding AS Picu Perang Baru di Karibia lewat Latihan Militer di Trinidad dan Tobago
Kapal perang USS Gravely muncul di lepas pantai Port of Spain, ibu kota Trinidad dan Tobago (AFP)

CARACAS (Arrahmah.id) - Pemerintah Venezuela menuduh Amerika Serikat berusaha memulai perang di kawasan Karibia, setelah kapal perusak rudal berpemandu AS USS Gravely tiba di Trinidad dan Tobago, negara kepulauan yang terletak di sebelah utara pantai Venezuela. Caracas menyebut langkah itu sebagai “provokasi berbahaya.”

Dalam pernyataannya, pemerintah Venezuela menyebut latihan gabungan antara pasukan AS dan militer Trinidad dan Tobago sebagai aksi militer yang dikoordinasikan oleh CIA, dengan tujuan menciptakan ketegangan dan membuka jalan bagi konflik bersenjata di Karibia. Pemerintah juga mengklaim telah menangkap sekelompok tentara bayaran yang diduga memiliki keterkaitan dengan Badan Intelijen Pusat AS (CIA).

Kapal USS Gravely, yang dilengkapi sistem peluncur rudal berpemandu, berlabuh di Port of Spain, ibu kota Trinidad dan Tobago, untuk mengikuti latihan bersama angkatan bersenjata negara itu.

Washington mengklaim bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari upaya memerangi perdagangan narkotika, namun Caracas menilai langkah itu hanyalah kedok untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Nicolás Maduro dan menguasai sumber daya minyak Venezuela.

Ketegangan ini meningkat seiring peningkatan kehadiran militer AS di Laut Karibia, termasuk kedatangan kapal induk USS Gerald R. Ford ke wilayah tersebut, langkah yang semakin memperbesar kekhawatiran akan pecahnya konfrontasi militer baru di sekitar Venezuela.

Presiden Nicolás Maduro mengecam pengerahan kapal induk AS itu sebagai upaya Washington untuk menyalakan “perang abadi baru” terhadap Venezuela.

Sebaliknya, Presiden Donald Trump menuduh Maduro,  tanpa bukti, sebagai pemimpin organisasi kriminal “Tren de Aragua”, sindikat kejahatan lintas negara asal Venezuela.

Pejabat pemerintah Trinidad dan Tobago serta AS mengatakan kapal perang besar itu akan berada di pelabuhan hingga Kamis, guna memungkinkan kedua negara melakukan latihan militer bersama.

Pemerintah Trinidad dan Tobago saat ini dipimpin oleh Kamla Persad-Bissessar, yang dikenal pro-AS dan pendukung kuat Presiden Trump.

Sejak menjabat pada Mei 2025, ia kerap menggunakan retorika anti-imigran Venezuela, menyalahkan pengungsi dari negara tetangganya itu atas meningkatnya kejahatan dan ketegangan sosial di dalam negeri.

Sejak awal September lalu, militer AS telah melancarkan serangkaian serangan udara di wilayah Laut Karibia dan sebagian Samudra Pasifik, dengan dalih menargetkan kapal penyelundup narkotika.

Dalam beberapa pekan terakhir saja, Washington mengaku telah melakukan 10 serangan, yang menewaskan setidaknya 43 orang, menurut laporan Agence France-Presse (AFP) yang mengutip data resmi AS. (zarahamala/arrahmah.id)