Memuat...

Viral, Pemuda Muslim Melawan Saat Diminta Menyembah Berhala oleh Kelompok Hindu Radikal

Hanoum
Kamis, 8 Januari 2026 / 19 Rajab 1447 07:40
Viral, Pemuda Muslim Melawan Saat Diminta Menyembah Berhala oleh Kelompok Hindu Radikal
Tangkapan layar video. [Foto: X]

NEW DELHI (Arrahmah.id) -- Sebuah video yang beredar luas di platform X memperlihatkan seorang pemuda Muslim dikeroyok oleh sekelompok orang yang diduga berasal dari kelompok Hindu radikal. Dalam rekaman tersebut, korban terlihat berusaha melawan dan mempertahankan diri setelah diminta meneriakan 'Jai Shri Ram' dan menyembah berhala oleh beberapa orang sekaligus.

Seperti dilansir DOAM (7/1/2026), video itu memicu kecaman warganet dan kembali menyoroti meningkatnya kekerasan berbasis identitas di India. Dalam potongan video, sejumlah penyerang tampak memukul dan mengejar Junaid di ruang terbuka, sementara Junaid beberapa kali melakukan perlawanan balik untuk melepaskan diri dari pria berjumlah lebih dari 25 orang.

Hingga Selasa, kepolisian setempat menyatakan telah mengetahui keberadaan video tersebut dan sedang melakukan penelusuran untuk mengidentifikasi lokasi kejadian serta para pelaku. Aparat belum merilis identitas korban maupun penyerang, serta belum memastikan motif resmi di balik insiden itu.

https://www.youtube.com/shorts/us-gncfdMi4

Sejumlah organisasi masyarakat sipil dan kelompok pembela hak asasi manusia menyebut insiden tersebut konsisten dengan pola kekerasan oleh kelompok garis keras terhadap minoritas Muslim. Mereka mendesak aparat bertindak cepat dan transparan, serta menjamin perlindungan bagi korban dan saksi.

Media lokal India melaporkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, kasus kekerasan massa terhadap Muslim meningkat, terutama di wilayah yang memiliki aktivitas kelompok nasionalis Hindu. Laporan Human Rights Watch dan Amnesty International sebelumnya juga mencatat adanya serangan berbasis agama, termasuk pengeroyokan, intimidasi, dan perusakan properti.

Pemerintah India berulang kali menegaskan komitmennya terhadap supremasi hukum dan perlindungan seluruh warga negara tanpa memandang agama. Namun, para pengamat menilai penegakan hukum kerap lambat dan tidak konsisten dalam kasus-kasus kekerasan massa yang melibatkan minoritas.

Sementara itu, warganet dan aktivis menyerukan agar penyebaran video tidak memicu balasan kekerasan, serta mendorong proses hukum berjalan sesuai aturan. Mereka menekankan pentingnya penyelidikan independen untuk memastikan akuntabilitas dan mencegah kejadian serupa terulang. (hanoum/arrahmah.id)

HeadlineIndiamuslimberhalapemudasarahindu radikal