Memuat...

Iran Klaim Serang Kapal Perusak AS di Samudra Hindia dengan Rudal

Hanoum
Kamis, 5 Maret 2026 / 16 Ramadan 1447 03:50
Iran Klaim Serang Kapal Perusak AS di Samudra Hindia dengan Rudal
Foto ilustrasi. [Foto: Ilkha]

SAMUDERA HINDIA (Arrahmah.id) -- Militer Iran menyatakan telah meluncurkan serangan rudal jarak jauh yang menghantam sebuah kapal perusak AL Amerika Serikat (AS)di Samudra Hindia. Menurut Iran, serangan dengan udal balistik Ghadr-380 dan rudal jelajah Talaieh tersebut menimbulkan kebakaran besar di kapal tersebut dan kapal tanker pengisi bahan bakar yang berada di dekatnya.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir dari The Times of India (4/3/2026), IRGC menyebut serangan ini sebagai respon terhadap operasi militer Amerika Serikat dan sekutunya terhadap fasilitas militer Iran, dan terjadi di lebih dari 600 km dari perbatasan Iran di perairan internasional saat kapal perusak sedang mengisi bahan bakar dari kapal tanker AS. Teheran menggambarkan bahwa hantaman rudal memicu kebakaran meluas di kedua kapal.

Namun, belum ada konfirmasi independen dari Pentagon, US Navy, maupun Komando Pusat AS (CENTCOM) mengenai dampak langsung dari klaim ini atau ada tidaknya korban dan kerusakan pada kapal perang AS yang disebutkan. Pihak militer AS selama ini terus menguatkan kehadiran angkatan lautnya di Samudra Hindia dan Teluk untuk mendukung operasi pasukan di wilayah konflik yang meningkat antara Iran dan koalisi AS–Israel.

Peristiwa ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang meluas jauh melampaui Timur Tengah, termasuk laporan bahwa kapal selam AS telah menenggelamkan fregat Iran di Samudra Hindia dalam aksi militer yang diperluas selama beberapa hari terakhir. Insiden tersebut menjadi salah satu aksi paling signifikan yang terjadi di wilayah laut lepas sejak perang dimulai, menurut laporan media internasional.

Analis keamanan wilayah menilai klaim serangan Iran ini, jika benar, menunjukkan kemampuan militer Tehran untuk melakukan operasi jangkauan jauh terhadap sasaran Angkatan Laut AS di luar Teluk Persia, meskipun bukti independen sejauh ini masih terbatas. Pengumuman semacam itu juga berpotensi meningkatkan tegangan di jalur pelayaran internasional yang strategis, termasuk Samudra Hindia dan Selat Hormuz, mengingat peran penting jalur laut tersebut bagi perdagangan global dan pasokan energi. (hanoum/arrahmah.id)