TRIPOLI (Arrahmah.com) - Sekitar 100 orang berkumpul dan menggelar unjuk rasa di ibukota Libya, Tripoli, untuk memprotes serangan udara NATO yang mematikan di negara itu.
Para pengunjuk rasa berkumpul di luar kedutaan Hungaria pada hari Kamis (11/8/2011) untuk mengirim surat pengaduan pada Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, melalui Duta Besar Hungaria, Reuters melaporkan.
Demonstrasi itu diselenggarakan oleh korban serangan udara pada Selasa lalu oleh aliansi militer salibis pimpinan AS di desa Majar, yang terletak di sebelah timur Tripoli.
Para pejabat Libya mengumumkan bahwa setidaknya 85 warga sipil tewas dalam serangan itu. Namun NATO mengklaim bahwa pihaknya hanya membidik sasaran militer.
Ketua Persatuan Dokter Libya, Ibrahim al-Majeri, mendesak PBB untuk campur tangan atas pelanggaran ini.
"Ban Ki-moon, kami adalah keluarga korban yang terbunuh oleh serangan udara NATO di desa Majar, yang menewaskan 85 syuhada, sebagian besar dari mereka adalah anak-anak dan perempuan," katanya.
"Kami meminta anda untuk mengambil sikap tegas terhadap kejahatan-kejahatan yang dilakukan NATO setiap hari," tambahnya.
NATO telah melakukan ribuan serangan udara terhadap Libya sejak mengambil alih kontrol operasi militer pada akhir Maret tahun ini.
Serangan udara salibis asing ini telah menewaskan banyak warga sipil serta pasukan revolusioner yang berjuang melawan pasukan pemerintah. (althaf/arrahmah.com)
Warga Libya memprotes serangan mematikan yang dilancarkan salibis NATO
Althaf
Jumat, 12 Agustus 2011 / 13 Ramadan 1432 12:14
