TRIPOLI (Arrahmah.com) - Wartawan Al Jazeera yang sedang ditugaskan di Libya berhasil merekam sejumlah angkatan bersenjata Barat yang melakukan operasi darat di garis depan dengan pemberontak di dekat Misrata. Laporan ini merupakan bukti lain bahwa pasukan khusus asing memainkan peran aktif dalam konflik Libya, lansir Guardian pada Senin (30/5/2011).
Enam pasukan asing terlihat dalam laporan yang diangkat oleh Al Jazeera dari Dafniya. Mereka digambarkan berada di titik paling barat dari garis pemberontak kota Misrata. Lima dari mereka bersenjata dan mengenakan pakaian berwarna pasir, topi gunung, dan selendang katun Arab.
Orang keenam, yang tidak membawa senjata dan mengenakan kemeja pink lengan pendek, terlihat paling senior dari lima orang lainnya. Dia mungkin seorang perwira intelijen. Kelompok ini terlihat berbicara dengan pemberontak dan kemudian dengan cepat meninggalkan tempat karena mereka mengetahui ada wartawan yang mengawasi dan merekam gerak-gerik mereka.
Rekaman video ini muncul saat presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma, tiba di Tripoli dalam rangka menengahi gencatan senjata. Dia menyatakan bahwa kabar yang menggembar-gembrokan kedatangannya adalah untuk meminta Muammar Gaddafi mundur adalah kabar yang menyesatkan. Ia malah mengatakan bahwa ia hanya akan fokus pada langkah-langkah kemanusiaan dan cara-cara untuk menerapkan rencana yang sudah dibuat oleh Uni Afrika untuk Libya untuk mewujudkan transisi menuju pemerintahan demokratis tanpa mengasingkan Gaddafi.
Pasukan khusus Barat ini terlihat oleh Al Jazeera akhir pekan lalu, beberapa hari sebelum serangan helikopter Inggris dan Perancis. Mereka mungkin ditempatkan di pinggiran Misrata, dimana kekuatan pro-Gaddafi terus menyudutkan posisi pemberontak di sebelah timur.
Pada bulan Maret, enam pasukan khusus dan dua petugas MI6 ditahan oleh pejuang pemberontak ketika mereka mendarat darurat saat akan bertemu dengan para pemimpin pemberontak di Benghazi.
Saat ditanya mengenai laporan itu, Senin (30/5), juru bicara Departemen Pertahanan Inggris mengatakan: "Kami tidak memiliki kekuatan di luar sana."
Sejauh ini belum ada konfirmasi khusus bahwa Inggris pun berencana untuk mengirim anggota pasukan khususnya serta pasukan berpengalaman lainnya ke Libya yang akan dibayar oleh Arab untuk melatih pemberontak anti pemerintah. (althaf/arrahmah.com)
Al Jazeera laporkan pasukan Barat lakukan operasi darat di Libya
Althaf
Selasa, 31 Mei 2011 / 28 Jumadilakhir 1432 15:38
