KUWAIT (Arrahmah.com) - Para aktivis muda Kuwait telah mendesak dilakukannya reformasi di negaranya dalam rangka menegakkan monarki konstitusional dan berhenti menjadikan Kuwait sebagai negara yang dikuasai oleh keluarga Al Sabah.
Aktivis yang tergabung dalam kelompok Pemuda 16 September juga menyerukan pemberhentian aparat pemerintah saat ini, meminta pembubaran parlemen, diselenggarakannya pemilu baru, serta ditunjuk perdana menteri di luar keluarga Al Sabah, lansir AFP pada Minggu (11/9/2011).
Mereka telah secara berkala menyerukan protes di emirat Arab sejak musim semi menghantam Timur Tengah dan Afrika Utara awal tahun ini. Para pengunjuk rasa menuntut penurunan perdana menteri yang saat ini menjabar dan memberlakukan kebebasan politik di negara pengekspor minyak terbesar keempat di dunia itu.
Mereka ingin Perdana Menteri Sheikh Nasser al-Mohammad al-Sabah diganti dan meminta politisi di luar keluarga Al-Sabah, yang telah memerintah Kuwait untuk 259 tahun, untuk menjadi pengganti al Sabah.
Kuwait adalah negara Arab pertama di Teluk Persia yang mendirikan badan legislatif terpilih pada 1962. Namun, keluarga Al-Sabah tetap mengendalikan negara, termasuk perdana menteri dan kementerian pertahanan, urusan dalam negeri, dan luar negeri. (althaf/arrahmah.com)
Para pemuda Kuwait berunjuk rasa meminta reformasi
Althaf
Senin, 12 September 2011 / 14 Syawal 1432 13:38
