TEPI BARAT (Arrahmah.id) - Sebanyak 130 warga Palestina terluka akibat serangan 'Israel' di Provinsi Tubas, wilayah utara Tepi Barat yang diduduki, sejak dimulainya operasi militer pasukan pendudukan pada Rabu lalu (26/11/2025).
Nidal Auda, Direktur Layanan Ambulans dan Darurat di Tubas, mengatakan kepada kantor berita Anadolu bahwa sejak awal operasi militer 'Israel' di provinsi tersebut, 130 warga Palestina mengalami luka-luka akibat pemukulan yang dilakukan tentara 'Israel'.
Auda menjelaskan bahwa 66 dari korban luka telah dilarikan ke rumah sakit, sementara sisanya mendapat perawatan di lapangan.
Sejak Rabu lalu (26/11), tentara 'Israel' melancarkan operasi militer di Kota Tubas dan sejumlah kota di sekitarnya, termasuk menggerebek banyak rumah, menjadikan sebagian di antaranya sebagai pos militer, selain melakukan perusakan besar-besaran terhadap properti.
Menurut Klub Tahanan Palestina, selama operasi ini tentara 'Israel' menangkap 162 warga Palestina dari provinsi tersebut, meski sebagian besar kemudian dibebaskan setelah menjalani pemeriksaan lapangan dan mengalami penyiksaan.
Puluhan rumah juga mengalami kerusakan dan penghancuran barang-barang di dalamnya, sementara sebagian lainnya diubah menjadi pos militer setelah penghuninya dipaksa keluar.
Sementara tentara 'Israel' mengklaim bahwa operasi tersebut bertujuan “menumpas para perusuh”, para pengamat Palestina memperingatkan adanya tujuan tidak diumumkan, seperti memperluas permukiman ilegal dan mendorong pengusiran warga Palestina.
Di Jenin, dua hari lalu, 'Israel' mengeksekusi dua pemuda setelah mereka menyerah. Rekaman video menunjukkan tentara 'Israel' mengepung sebuah bangunan, kemudian menembak dua warga Palestina dari jarak dekat saat keduanya keluar dengan tangan terangkat, yang menyebabkan keduanya gugur.
Dalam pernyataannya, tentara 'Israel' mengatakan sedang melakukan penyelidikan lapangan terkait insiden tersebut. Mereka mengklaim kedua pemuda itu merupakan buronan, dan pasukan telah mengepung mereka selama berjam-jam sebelum akhirnya menembak setelah keduanya keluar dari bangunan.
Peristiwa ini terjadi dalam konteks eskalasi 'Israel' yang terus berlanjut di Tepi Barat selama dua tahun terakhir, yang telah menyebabkan gugurnya lebih dari 1.085 warga Palestina, melukai hampir 11.000 lainnya, serta penangkapan lebih dari 20.500 warga sejak dimulainya perang pemusnahan di Gaza pada 7 Oktober 2023. (zarahamala/arrahmah.id)
