KABUL (Arrahmah.id) - Kementerian Perekonomian menyatakan bahwa 48 negara dan organisasi internasional telah menyampaikan belasungkawa kepada para korban gempa bumi baru-baru ini di wilayah timur negara tersebut, dan beberapa negara juga memberikan bantuan.
Meskipun angka pasti mengenai bantuan dari negara, organisasi, dan badan amal belum dirilis, juru bicara Kementerian Perekonomian menyatakan bahwa bantuan yang diberikan telah efektif dalam memenuhi kebutuhan mendesak penduduk terdampak gempa bumi, lansir Tolo News (8/9/2025).
Abdul Rahman Habib, juru bicara Kementerian Perekonomian, menyatakan: “Dukungan dan bantuan darurat ini sangat penting dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat terdampak dan membutuhkan di wilayah yang rusak serta dalam meningkatkan kondisi kehidupan mereka.”
Setelah gempa bumi pekan lalu di Kunar, sejumlah korban mengatakan bahwa rumah mereka hancur dan mereka kekurangan tempat berlindung untuk musim dingin mendatang. Mereka mendesak pejabat pemerintah dan lembaga bantuan untuk mengambil langkah-langkah praktis dalam membangun perumahan bagi keluarga terdampak.
Salah satu korban, Dilawar Khan, mengatakan: “Saya meminta pemerintah untuk menyediakan tempat berteduh dan rumah permanen bagi kami. Saat ini, kami tinggal di tenda-tenda. Musim dingin semakin dekat, dan kami tidak dapat bertahan hidup di sini. Kami membutuhkan tempat tinggal yang layak.”
Korban lainnya, Sher Mohammad, juga mengatakan: “Semua rumah kami hancur akibat gempa bumi. Kami membutuhkan jalan yang dibangun kembali, klinik didirikan, dan infrastruktur penting dipulihkan. Siapa pun yang membantu, biarkan bantuan itu diberikan, karena kami sangat membutuhkannya.”
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh berbagai negara dan organisasi domestik maupun internasional.
Zia Ahmad Takal, Kepala Hubungan Masyarakat Kementerian Luar Negeri, mengatakan: “Kementerian Luar Negeri menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas belasungkawa, simpati, kerja sama kemanusiaan, dan bantuan yang diberikan oleh berbagai negara, organisasi internasional, dan lembaga bantuan menyusul kerugian manusia dan material yang disebabkan oleh gempa bumi baru-baru ini di wilayah timur negara ini.”
Menurut data terbaru dari Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), sejauh ini, 43.000 orang di wilayah terdampak gempa telah menerima makanan, tenda, dan pakaian musim dingin dari organisasi kemanusiaan, sementara tim medis dan kesehatan telah memberikan layanan kepada ribuan keluarga.
OCHA juga menyatakan bahwa, untuk mengakses daerah-daerah terpencil dengan cepat, sebuah helikopter PBB telah memulai penerbangan bantuan pada 11 September. (haninmazaya/arrahmah.id)
