Memuat...

52 Kendaraan Militer 'Israel' Hancur Terjebak Ladang Ranjau Jihad Islam

Hanoum
Sabtu, 16 Agustus 2025 / 23 Safar 1447 04:33
52 Kendaraan Militer 'Israel' Hancur Terjebak Ladang Ranjau Jihad Islam
Tangkapan layar video terbari Brigade al Quds. [Foto: X]

GAZA (Arrahmah.id) -- Brigade Al Quds, sayap militer kelompok perlawanan Palestina Jihad Islam, merilis video pada hari Jumat (15/8/2025) yang menunjukkan sisa-sisa kendaraan militer 'Israel' yang hancur setelah terjebak dalam ladang ranjau di timur Kota Gaza.

Dalam video tersebut, seperti dilansir Palestine Chronicle (15/8), Brigade Al Quds menjelaskan bahwa para pejuang mereka meledakkan ladang ranjau dan bom yang sebelumnya ditanam di kendaraan Israel yang telah maju ke wilayah timur Gaza. Tak kurang dari 52 kendaraan militer 'Israel' hancur dalam operasi itu.

Tayangan tersebut menunjukkan para pejuang Brigade Al Quds mempersiapkan ladang ranjau, menempatkan alat peledak dan rudal yang ditinggalkan oleh pasukan 'Israel', dan menyamarkannya.

Rekaman tersebut juga merekam momen ketika sebuah alat peledak menghantam kendaraan 'Israel', serta ledakan ladang ranjau yang berisi enam alat anti-tank yang menargetkan kendaraan yang bergerak maju, menghasilkan kepulan asap dan api yang besar.

Video tersebut diakhiri dengan gambar-gambar reruntuhan kendaraan militer yang berserakan di sepanjang jalan raya—beberapa terbalik, yang lainnya hancur berkeping-keping.

Tiga hari sebelumnya, seorang komandan lapangan di Brigade Al Quds mengatakan mereka telah menghancurkan sekitar 52 kendaraan militer 'Israel' di wilayah Sheja'iyya, Al-Tuffah, dan Zaytoun menggunakan alat peledak darat 'Thaqib' dan 'Zilzal'. Ia menambahkan bahwa beberapa bagian dari peralatan yang hancur tersebut telah direkayasa ulang.

Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di kanal Telegram Brigade Al Quds, komandan tersebut mengatakan para pejuang mengamati kawah dan reruntuhan di sekitar lokasi operasi yang telah dipersiapkan sebelumnya setelah penarikan sebagian pasukan 'Israel' dalam beberapa hari terakhir.

Ia menggambarkan serangan ke Gaza timur sebagai "pukulan telak" bagi militer 'Israel' meskipun terdapat perbedaan kemampuan dan asimetri pertempuran.

Ia mencatat bahwa beberapa operasi terekam oleh kamera pengawas khusus, tetapi yang lainnya tidak terdokumentasi karena kurangnya akses ke lokasi-lokasi tertentu. (hanoum/arrahmah.id)