Memuat...

9 Masjid di Belanda Menerima Surat Kebencian Dengan Berlumur Darah

Hanin Mazaya
Sabtu, 13 September 2025 / 21 Rabiulawal 1447 14:57
9 Masjid di Belanda Menerima Surat Kebencian Dengan Berlumur Darah
(Foto: Anadolu)

DEN HAAG (Arrahmah.id) - Sembilan Masjid di Belanda telah menerima surat-surat berisi kebencian yang dilumuri sesuatu yang tampak seperti darah, memicu keterkejutan dan kekhawatiran di kalangan komunitas Muslim, media lokal melaporkan pada Jumat (12/9/2025), seperti dilansir Anadolu.

Masjid-masjid yang menjadi sasaran terletak di Rotterdam, Eindhoven, Arnhem, Tilburg, dan Den Haag, menurut harian Belanda, AD.

Surat-surat tersebut berisi bahasa yang memfitnah, penghinaan, dan kartun Nabi Muhammad –yang bertujuan untuk menghina dengan mengabaikan larangan Islam atas representasi semacam itu.

"Ini adalah bentuk intimidasi dan ancaman," ujar Joram van Klaveren dari asosiasi Masjid nasional K9 kepada penyiar publik NOS.

"Surat-surat itu penuh dengan retorika kebencian. Di Rotterdam, satu surat bahkan merujuk pada 'hari-hari terakhir Islam di Eropa'."

Van Klaveren mengatakan insiden itu membangkitkan kenangan menyakitkan akan serangan kekerasan terhadap umat Muslim di masa lalu, termasuk serangan teroris tahun 2019 di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, yang menewaskan 51 orang, dan pembunuhan seorang jamaah saat salat di Prancis awal tahun ini.

“Kami berharap ini bukan awal dari sesuatu yang lebih buruk, tetapi kita tidak pernah tahu di masa-masa seperti ini,” ujarnya.

“Seringkali dimulai dengan intimidasi, panggilan telepon, surat. Surat-surat ini berisi pesan-pesan yang sangat meresahkan.”

Federasi masjid mengatakan komunitas Muslim di Belanda sering menghadapi pelecehan, seperti pelecehan verbal dan ludahan yang ditujukan kepada jamaah di luar masjid.

Para pemimpin masjid sedang menghubungi pemerintah daerah setempat mengenai kemungkinan langkah-langkah keamanan. Di Rotterdam, diskusi langsung telah dilakukan dengan Wali Kota Carola Schouten, kata Van Klaveren, seraya menambahkan: “Kami telah menanyakan apakah langkah-langkah keamanan baru dapat diambil, dan pihak berwenang sekarang sedang mengkajinya.” (haninmazaya/arrahmah.id)