Memuat...

Abu Ubaida: Mohammed Deif akan Terus Menjadi "Mimpi Buruk" bagi Zionis 'Israel'

Zarah Amala
Senin, 14 Juli 2025 / 19 Muharam 1447 09:04
Abu Ubaida: Mohammed Deif akan Terus Menjadi "Mimpi Buruk" bagi Zionis 'Israel'
Abu Ubaida mengumumkan kesyahidan Al-Daif dan para pemimpin lainnya pada 30 Januari (Al Jazeera)

GAZA (Arrahmah.id) - Juru bicara Brigade Al-Qassam, Abu Ubaida, menyatakan bahwa sosok Mohammed Deif, komandan umum yang gugur, akan terus menjadi "mimpi buruk" bagi penjahat perang dan penjajah 'Israel'. Hal itu disampaikannya melalui serangkaian pesan yang dipublikasikan di kanal Telegram-nya, memperingati satu tahun wafatnya Deif.

Menurut Abu Ubaida, Deif bersama rekan-rekannya telah "menuliskan bab terakhir dalam epos pembebasan Palestina dengan darah mereka", menegaskan bahwa serangan besar "Banjir Al-Aqsa" yang dipimpin oleh Deif telah "menghancurkan konsep deterrence (daya tangkal) 'Israel' untuk selamanya".

Ia juga menyatakan bahwa operasi tersebut telah "menyatukan energi umat dan mengarahkan kembali kompas dunia menuju Palestina", serta membawa isu Palestina kembali ke panggung utama global.

Komandan yang Tak Pernah Dilihat, Namun Dipatuhi

Abu Ubaida menyebut Deif sebagai pemimpin yang darahnya telah bercampur dengan darah rakyat Palestina dan umat Muslim lainnya yang berjuang demi Masjid Al-Aqsa. Ia menekankan bahwa meski sosok Deif tidak dikenal secara visual oleh publik, generasi muda tetap mengaguminya melalui aksi-aksi perlawanan yang dilakukan pasukannya.

"Jejaknya tidak akan padam. Ia akan terus menjadi pelita bagi semua pejuang kebebasan di dunia," ujar Abu Ubaida.

Hamas dalam pernyataan resminya menggambarkan Deif sebagai salah satu pendiri sayap militer paling kuat dalam sejarah perlawanan modern. Ia gugur setelah lebih dari 30 tahun terlibat dalam perjuangan bersenjata melawan pendudukan 'Israel'.

Nama Deif, menurut Hamas, selalu membuat jantung para pemimpin militer 'Israel' berdegup kencang. "Ia telah meninggalkan warisan inspiratif bagi generasi masa depan yang mendambakan kebebasan, harga diri, kemenangan, dan pembebasan."

Serangan yang Menewaskan Deif

Pada 13 Juli 2024, pesawat tempur 'Israel' menggempur wilayah Al-Mawasi di Khan Yunis, selatan Jalur Gaza, dalam serangan besar yang ditujukan untuk membunuh Deif. Pada 30 Januari sebelumnya, Abu Ubaida mengumumkan kematian Deif bersama sejumlah tokoh penting militer Hamas, termasuk wakilnya Marwan Issa, serta Rafi Salama, Raed Thabet, dan Ghazi Abu Tam’ah.

Dalam pesan terakhirnya, Abu Ubaida kembali memperingatkan bahwa keputusan paling “bodoh” yang bisa diambil Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu adalah tetap mempertahankan pasukan di Gaza. Ia menegaskan bahwa perlawanan akan terus menimbulkan kerugian besar terhadap militer 'Israel' dalam operasi yang disebut sebagai "perang pengurasan".

Ia juga mengisyaratkan bahwa pejuang Hamas berpotensi kembali menangkap tentara 'Israel' di medan pertempuran, seperti yang terjadi dalam Operasi Banjir Al-Aqsa pada 7 Oktober 2023, serangan besar-besaran terhadap pangkalan militer dan permukiman 'Israel' di sekitar Gaza, yang menewaskan ratusan tentara dan menawan sedikitnya 240 warga 'Israel'. (zarahamala/arrahmah.id)