Memuat...

Akhundzada: Penerbangan Ilegal di Wilayah Udara Afghanistan Tidak Akan Ditoleransi

Hanin Mazaya
Selasa, 18 November 2025 / 28 Jumadilawal 1447 17:46
Akhundzada: Penerbangan Ilegal di Wilayah Udara Afghanistan Tidak Akan Ditoleransi
(Foto: Tolo News)

KABUL (Arrahmah.id) - Mohammad Younus Akhundzada, Menteri Rehabilitasi dan Pembangunan Pedesaan Imarah Islam Afghanistan, mengatakan bahwa keberadaan pesawat tak dikenal di wilayah udara Afghanistan tidak dapat diterima oleh Imarah Islam.

Ia menekankan bahwa selain melindungi perbatasan darat Afghanistan, mengamankan wilayah udara negara juga merupakan prioritas utama, dan upaya serius telah dimulai dalam hal ini, lansir Tolo News (18/11/2025).

Berbicara pada peresmian proyek pembangunan di distrik Shorabak, Kandahar, Akhundzada mengatakan: “Anda harus percaya bahwa kami sangat prihatin dengan pesawat asing yang terbang di wilayah udara kami, namun kami belum memiliki tanggapan. Namun, kami telah memulai upaya untuk mengatasi hal ini.”

Akhundzada juga mengkritik deportasi paksa pengungsi Afghanistan dari Pakistan, menyebutnya sebagai upaya yang gagal untuk menekan Imarah Islam.

Ia berkata: “Kita semua melihat apa yang terjadi di Torkham dan Spin Boldak. Bagaimana kondisi para pengungsi yang kembali? Apa yang mereka bawa, dan apa yang mereka tinggalkan? Aset mereka ditinggalkan. Ini dilakukan untuk melemahkan sistem Islam di negara kita.”

Sementara itu, para pejabat Imarah Islam telah meluncurkan proyek pengaspalan jalan senilai 305 juta Afghanis di distrik Shorabak, Kandahar. Warga mengatakan proyek ini akan membantu menyelesaikan beberapa masalah transportasi utama mereka.

Obaidullah, seorang warga Shorabak, mengatakan: “Masalah kami adalah jalan rusak dan menyebabkan banyak kesulitan. Kami tidak dapat mengangkut pasien tepat waktu. Sekarang pekerjaan sudah dimulai, kami berharap ini selesai dengan cepat.”

Para pejabat menyatakan bahwa Imarah Islam telah meluncurkan lebih dari 2.000 proyek pembangunan di seluruh negeri untuk meningkatkan mata pencaharian masyarakat. Mereka menambahkan bahwa hubungan politik dan perdagangan dengan negara-negara regional dan internasional semakin meluas, dan proses pemulangan pengungsi dikelola secara efektif.  (haninmazaya/arrahmah.id)