Memuat...

Aksi Provokatif di Al-Aqsha: Pemukim Yahudi Kembali Gelar Ritual Talmud

Zarah Amala
Senin, 18 Agustus 2025 / 25 Safar 1447 10:12
Aksi Provokatif di Al-Aqsha: Pemukim Yahudi Kembali Gelar Ritual Talmud
Pemukim terus-menerus menyerbu Masjid Al-Aqsa (media sosial)

GAZA (Arrahmah.id) - Kelompok pemukim Yahudi pada Ahad pagi (17/8/2025) kembali menyerbu halaman Masjid Al-Aqsha yang diberkahi dan melakukan ritual Talmudik dengan perlindungan penuh dari pasukan pendudukan 'Israel'.

Sumber-sumber di Yerusalem melaporkan bahwa puluhan pemukim, dalam kelompok-kelompok terpisah, memasuki halaman masjid dan melaksanakan ritual Talmudik yang bersifat provokatif, sambil mendengarkan penjelasan dari sejumlah rabi terkait “Bait Suci” yang mereka klaim.

Sementara pasukan pendudukan mengamankan jalannya serbuan para pemukim, mereka juga memperketat prosedur militer di pintu-pintu masuk masjid dan di kawasan Kota Tua, serta mempersempit akses bagi jamaah dan warga Palestina.

Hanya dalam sepekan lebih yang lalu, lebih dari 4.761 pemukim ikut serta dalam serbuan besar-besaran ke halaman masjid, termasuk di antaranya menteri dan anggota Knesset 'Israel', yang disertai ritual provokatif dan pengibaran bendera pendudukan.

Menanggapi situasi tersebut, seruan terus dilancarkan oleh warga Yerusalem agar penduduk kota dan wilayah Palestina 1948 berbondong-bondong menuju Masjid Al-Aqsha, serta memperbanyak ribath (berjaga dan berdiam di masjid) untuk menggagalkan rencana pendudukan dan para pemukimnya.

Seruan itu menekankan pentingnya melawan kebijakan pendudukan yang berusaha mengurangi jumlah jamaah, dengan memperbanyak kehadiran di masjid setelah kembali dibuka, serta menegaskan bahwa beribadah di dalamnya adalah langkah praktis untuk menghadapi upaya 'Israel' mengisolasi Al-Aqsa dari lingkungannya, baik secara sosial maupun religius.

Aktivis menegaskan bahwa ribath di Al-Aqsha saat ini merupakan bentuk keteguhan rakyat menghadapi eskalasi 'Israel', sekaligus pesan tegas bahwa masjid ini adalah garis merah yang tidak bisa dilewati, apapun tantangannya.

Haron Nasruddin, anggota biro politik Hamas sekaligus mantan kepala Kantor Urusan Yerusalem, menyatakan bahwa peningkatan serbuan pemukim hanyalah upaya putus asa untuk memberlakukan fakta baru di lapangan demi menguasai sepenuhnya Masjid Al-Aqsha dan Kota Yerusalem.

Ia menegaskan bahwa tindakan membawa simbol-simbol Taurat, melakukan ritual secara terbuka, menari dengan provokatif, hingga merusak makam di Pemakaman Bab al-Rahmah, mencerminkan “wajah kriminal yang keji dari gerombolan pemukim” yang seluruhnya berlangsung di bawah perlindungan dan dukungan pemerintah 'Israel' yang ekstrem.

Nasruddin juga menegaskan bahwa kebijakan penghancuran sistematis terhadap puluhan rumah keluarga Palestina di Yerusalem hanya dalam beberapa hari terakhir tidak akan mampu melemahkan keteguhan rakyat Palestina dalam mempertahankan tanah, hak, dan tempat suci mereka, seberapa pun brutalnya 'Israel'.

Menurutnya, seluruh proyek Yudaisasi terhadap kota suci hanyalah bagian dari rencana besar pendudukan untuk aneksasi dan pengusiran, sesuatu yang tidak akan pernah berhasil meskipun harus dibayar dengan pengorbanan besar.

Ia menyerukan kepada rakyat Palestina dan seluruh umat Arab serta Muslim untuk mengerahkan segala upaya demi melindungi Yerusalem, Al-Aqsa, dan seluruh tempat suci Islam, serta membebaskannya dari ambisi dan niat jahat 'Israel', dengan bekerja keras untuk mengakhiri agresi dan “membersihkan tanah kami dari najis para penjajah.” (zarahamala/arrahmah.id)