Memuat...

Anggaran Makanan Bergizi Gratis Capai Rp1,2 Triliun Per Hari Mulai 2026

Ameera
Selasa, 9 September 2025 / 17 Rabiulawal 1447 17:38
Anggaran Makanan Bergizi Gratis Capai Rp1,2 Triliun Per Hari Mulai 2026
Anggaran Makanan Bergizi Gratis Capai Rp1,2 Triliun Per Hari Mulai 2026

 JAKARTA (Arrahmah.id) - Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan anggaran jumbo untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dimulai pada Januari 2026.

Kepala BGN Dadan mengungkapkan, program ini ditargetkan melayani 82,9 juta warga Indonesia setiap hari, dengan anggaran mencapai Rp1,2 triliun per hari.

“Insyaallah tahun depan kita akan mulai dari Januari dengan 82,9 juta penerima, dan Badan Gizi Nasional akan spending Rp1,2 triliun per hari,” ujar Dadan dalam acara penandatanganan nota kesepahaman dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Senin (8/9/2025).

Menurutnya, angka tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memperbaiki gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.

Dadan bahkan menyebut, anggaran harian MBG hampir menyamai setengah dari anggaran Kementerian PPN/Bappenas dalam setahun.

“Dua hari BGN sama dengan satu tahun anggaran Perencanaan Pembangunan Nasional. Memang Pak Menteri PPN sangat penting, tapi mohon maaf, untuk anggaran ini lebih besar,” katanya.

Serapan Anggaran 2025

Dadan menjelaskan, dari total anggaran 2025 sebesar Rp71 triliun, saat ini baru terserap sekitar Rp13 triliun.

Hingga kini, sudah terbentuk 7.475 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani lebih dari 25 juta penerima manfaat.

“Jadi kita sudah hampir bisa melayani jumlah penduduk setara satu benua Australia atau empat negara Skandinavia,” ucapnya.

Selain itu, hingga kini terdapat sekitar 29 ribu SPPG yang mendaftar. Ia menyebutkan, setiap unit SPPG yang dibangun bisa menelan biaya hingga Rp2 triliun, namun pendanaan tersebut ditanggung oleh mitra MBG, bukan dari anggaran BGN.

Dadan menekankan, keberadaan SPPG tidak hanya memperluas akses gizi masyarakat, tetapi juga memberikan efek ekonomi berantai.

“Ini bukan uang pemerintah, tapi dana dari masyarakat. Dampaknya luar biasa, karena satu SPPG bisa mempekerjakan 50 orang, melibatkan 15 supplier, dan setiap supplier pasti membutuhkan SDM tambahan,” jelasnya.

(ameera/arrahmah.id)